Pjs Bupati Bone Terima Penghargaan dari Gubernur Sulsel

Pjs Bupati Bone Terima Penghargaan dari Gubernur Sulsel
RAKYATSATU.COM, BONE - Pjs Bupati Bone, H Andi Bakti Haruni menerima penghargaan dari Gubernur Sulsel, Dr H Syahrul Yasin Limpo atas prestasi dalam pembinaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Rabu (04/04) malam di Makassar.


H Andi Bakti Haruni mengakui kalau penghargaan tersebut merupakan kerja keras Bupati Bone, Dr H Andi Fahsar M Padjalangi beserta segenap jajaran perkoperasian di Kabupaten Bone.


"Tentu ini atas kerja keras dari Bapak Bupati H.A.Fahsar Mahdin Padjalangi beserta segenap jajaran perkoperasian di Kabupaten Bone," ujar Andi Bakti Haruni, lewat pesan WA, Rabu (04/04) malam.


Pjs Bupati Bone yang dekat dengan wartawan ini menjelaskan bahwa prinsip pemberdayaan UMKM meliputi penumbuhan kemandirian, kebersamaan, dan kewirausahaan UMKM untuk berkarya dengan prakarsa sendiri dalam mewujudkan kebijakan public yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Pengembangan usaha berbasis potensi daerah dan berorientasi pasar sesuai dengan kompetensi UMKM


"Sedangkan Peningkatan daya saing UMKM meliputi penyelenggaraan perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian secara terpadu," tuturnya.


Ia juga menjelaskan tentang tujuan pemberdayaan UMKM, yakni mewujudkan struktur perekonomian nasional yang seimbang, berkembang, dan berkeadilan. Menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan UMKM menjadi usaha yang tangguh dan mandiri.


Meningkatkan peran UMKM dalam pembangunan daerah, penciptaan lapangan kerja, pemerataan pendapatan, pertumbuhan ekonomi, dan pengentasan kemisikinan


"Usaha Kecil Menengah atau lazim kita kenal sebagai UKM mempunyai banyak peranan penting dalam perekonomian. Salah satu peranannya yang paling krusial dalam pertumbuhan ekonomi adalah menstimulus dinamisasi ekonomi," jelas Andi Bakti Haruni.


Karakternya yang fleksibel dan cakap membuat UKM dapat direkayasa untuk mengganti lingkungan bisnis yang lebih baik daripada perusahaan-perusahaan besar. Dalam banyak kasus, dari sejumlah UKM yang baru pertama kali memasuki pasar, di antaranya dapat menjadi besar karena kesuksesannya dalam beroperasi.


Lebih lanjut ia menjelaskan, sejak krisis moneter yang diawali tahun 1997, hampir 80% usaha besar mengalami kebangkrutan dan melakukan PHK massal terhadap karyawannya. Berbeda dengan UKM yang tetap bertahan di dalam krisis dengan segala keterbatasannya. UKM dianggap sektor usaha yang tahan banting.


Selain itu sebagai sektor usaha yang dijalankan dalam tataran bawah, UKM berperan besar dalam mengurangi angka pengangguran, bahkan fenomena PHK menjadikan para pekerja yang menjadi korban dipaksa untuk berfikir lebih jauh dan banyak yang beralih melirik sektor UKM ini.


"Produk-produk UKM, setidaknya memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional, karena tidak sedikit produk-produk UKM itu yang mampu menembus pasar internasional. Sekarang ini lembaga-lembaga donor internasional semuanya mendukung perkembangan UKM," pungkasnya.  (Rasul)




loading...
close
Rakyatsatu