RAKYATSATU.COM, MAROS - Bandara Internasional Sultan Hasanuddin kembali menghadirkan aktivitas di luar layanan penerbangan. Kali ini, pengelola bandara berkolaborasi dengan Komunitas XRI Makassar menggelar Airport Custom Show, pameran motor kustom yang berlangsung di area check-in terminal keberangkatan pada 10-13 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bandara memperkuat fungsi sebagai ruang kolaborasi bagi berbagai komunitas sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan.
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, mengatakan bandara tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi udara, tetapi juga dapat menjadi ruang yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat, mulai dari komunitas, pelaku usaha, pemerintah, media, hingga akademisi.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mendorong terwujudnya ekosistem pentahelix yang saling mendukung dalam pengembangan potensi daerah Sulawesi Selatan,” kata Ruly.
Menurut dia, penyelenggaraan Airport Custom Show menjadi salah satu bentuk dukungan bandara terhadap komunitas yang ingin menampilkan kreativitas dan inovasinya kepada masyarakat luas.
Perwakilan Komunitas XRI Makassar, Rudi, mengapresiasi kesempatan yang diberikan oleh pengelola bandara. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi wadah positif bagi komunitas otomotif untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa komunitas otomotif dapat memberikan kontribusi positif. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi generasi muda,” ujarnya.
Kehadiran pameran motor di area terminal juga mendapat respons positif dari sejumlah penumpang. Beberapa di antaranya mengaku terkejut karena baru pertama kali melihat pameran otomotif digelar di dalam bandara.
“Saya cukup terkejut sekaligus senang melihat ada pameran motor di bandara. Suasananya jadi lebih hidup saat menunggu penerbangan,” kata salah seorang penumpang tujuan Jakarta.
Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menyatakan akan terus membuka ruang kolaborasi bagi berbagai komunitas dan pelaku usaha sebagai bagian dari upaya menciptakan bandara yang lebih inklusif, berdaya guna, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. (Ikhlas/arul)