
Relationship Manager Funding & Transaction BRI Watansoppeng, Andi Lilis Suriani foto bersama dengan siswa SMPN 1 Soppeng disela kegiatan Edukasi Literasi Keuangan/ Foto : Istimewa
RAKYATSATU.COM, SOPPENG - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Soppeng menggelar kegiatan Edukasi Literasi Keuangan melalui program BRI Goes To School.
Edukasi literasi keuangan oleh BRI adalah program inisiatif BRI Peduli untuk menanamkan kebiasaan menabung dan mengelola uang sejak dini kepada siswa. Program ini mengajarkan pengenalan konsep uang, fungsi keuangan, dan kebiasaan finansial positif.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan memberikan pemahaman keuangan dasar untuk membentuk perilaku finansial yang bijak sejak dini.
Sasaran program Edukasi Literasi Keuangan kali ini, BRI Cabang Soppeng memberikan edukasi keuangan di SMP Negeri 1 Soppeng, Rabu, 6 Mei 2026.
Relationship Manager Funding & Transaction (RMFT) BRI Watansoppeng, Andi Lilis Suriani mengatakan, literasi keuangan sejak dini diperlukan untuk membentuk kebiasaan bijak dalam mengelola uang, khususnya kepada pelajar.
“Melalui edukasi ini, siswa diajak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya menabung sejak kecil,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan konsep siklus keuangan yang mencakup kegiatan menyimpan, mengembangkan, hingga pemanfaatan inovasi teknologi di sektor keuangan. Seluruh aktivitas tersebut, kata dia, berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kegiatan edukasi ini berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari para siswa, dengan harapan materi yang disampaikan dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam mengelola keuangan serta menumbuhkan kesadaran pentingnya literasi keuangan sejak dini sebagai bekal masa depan.
Salah satu siswa kelas VIII SMPN 1 Soppeng, Danil, mengaku mendapatkan wawasan baru dari kegiatan tersebut.
“Kami jadi lebih paham cara mengatur uang jajan dan pentingnya menabung. Kegiatannya juga seru karena ada tanya jawab,” kata dia.
Secara terpisah, Pimpinan BRI Cabang Soppeng, Rahmatulloh Habibi, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap utang dan penipuan keuangan. Ia mengingatkan siswa untuk menjaga data pribadi agar tidak disalahgunakan.
Menurut dia, siswa dianjurkan mulai menabung dan berinvestasi di lembaga jasa keuangan resmi yang telah berizin dan diawasi OJK.
“Kita harus mengelola uang dengan bijak dan produktif agar memberi nilai tambah,” ujarnya.
Ia menambahkan, literasi keuangan sejak dini dapat membentuk sikap disiplin dan kemampuan mengambil keputusan. Siswa, kata dia, akan belajar menimbang konsekuensi dari setiap pilihan dalam menggunakan uang.
Menurut Rahmatulloh, Literasi Keuangan ini dapat menjadi bekal berharga bagi siswa dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang. Kebiasaan kecil seperti menabung, mencatat pengeluaran, dan membedakan kebutuhan serta keinginan akan membentuk karakter yang mandiri dan bertanggung jawab secara finansial. [Ichsan Machmud]