![]() |
| Owner Simpati Lombok Kuning, Melyana Khohari dan Ridwan Wahyudi Chandra usai diwawancara media mengenai produk Simpati Lombok Kuning/ Foto : Ichsan Machmud |
RAKYATSATU.COM, MAKASSAR - Simpati Lombok Kuning, produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal asal Kota Makassar berhasil menembus pasar Nasional hingga Internasional, Jumat 1 Mei 2026.
Usaha tersebut berdiri sejak 28 tahun silam. Ridwan Wahyudi Chandra selaku owner, awalnya memiliki usaha Bakmi dengan Lombok Kuning buatan sendiri. Namun dirinya tidak menyangka, Lombok Kuning resep keluarganya membawanya hingga saat ini.
Dia menceritakan, olahan instan yang ia padukan dengan Bakmi nya waktu itu mendapat respon baik oleh pembeli. Pasalnya, pembeli kerap datang hanya menanyakan dan membeli lombok kuningnya.
"Disitu saya berpikir, kenapa saya tidak jual Lombok Kuning ini saja," kata dia.
Namun, peralihan usaha yang ia miliki tentu tidak semudah membalikkan tangan. Sebab, banyak tantangan yang harus ia hadapi, termasuk kerap menerima penolakan saat ingin menitip produknya.
"Awalnya juga tidak mudah, karena stigma toko itu produk saya baru. Bagaimana kalau tidak laku, saya bilang kalau tidak laku, tidak apa-apa, nanti saya ambil kembali," jelasnya.
Titik balik usahanya datang ketika ia melakukan langkah-langkah kolaborasi dengan toko-toko besar.
"Setelah mendapatkan respon baik, saya masuk ke retail modern minimarket, seperti Indomaret, Alfamart dan Alfamidi," urainya.
Dukungan Program Pembinaan Bank BRI, memperluas pasar produk Simpati Lombok Kuning yang dibawahi oleh PT Sinar Maju Inti. Betapa tidak, melalui itu, produk Lombok Kuning ini mengalami perubahan.
Pendampingan usaha membuka perspektif baru tentang kemasan, tentang cara berbicara pada pasar, tentang bagaimana produk dilihat sebelum dicicipi. Lombok Kuning yang dulu tampil apa adanya, mulai hadir dengan wajah baru. Bukan sekadar lebih rapi, tetapi lebih siap bersaing.
"Bisa dilihat dari kemasan lalu, itu tidak menarik. Tapi setelah mengikuti pelatihan BRI, kita diajari banyak hal, termasuk tampilan kemasan," katanya.
Bahkan kata dia, 80 persen perubahan dari usahanya merupakan polesan dari salah satu Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI) Regional Office (RO) Makassar.
Kini, dengan jumlah pekerja 10 orang, usaha itu telah melangkah melampaui batas kota. Produk yang lahir dari dapur rumahan mulai hadir di luar negeri. Jepang dan Selandia Baru menjadi perjalanan ekspor produk lokal ini.
Simpati Lombok Kuning tidak menawarkan sensasi keberhasilan instan. Ia justru menunjukkan hal sebaliknya, yang mana pertumbuhan sering kali melalui keputusan-keputusan kecil. Dari dapur ke pasar, dari pasar ke dunia. [Ichsan Machmud]
