Iklan

Iklan

Bone Ajukan Revitalisasi Bola Soba dan Festival Gau’ Maraja 2026 ke Pemerintah Pusat

06 Mei 2026, 2:53 PM WIB Last Updated 2026-05-06T06:53:40Z


RAKYATSATU.COM, JAKARTA
- Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, melakukan audiensi dengan Kementerian Kebudayaan di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026. Langkah ini ditempuh di tengah kebijakan efisiensi anggaran untuk mencari dukungan pemerintah pusat.


Dalam pertemuan itu, Andi Akmal diterima Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama sejumlah pejabat kementerian, antara lain Direktur Sejarah dan Permuseuman Agus Mulyana, Direktur Warisan Budaya Agus Widiatmoko, serta Kepala Pusdatin Andi Syamsu Rijal.


Turut mendampingi Wakil Bupati Bone, Kepala Dinas Kebudayaan Bone A. Murni AL, Kepala Dinas Perindustrian Andi Promal Pawi, serta Ketua Umum Perkumpulan Wija Raja La Patau Matanna Tikka, Muhammad Sapri Andi Pamulu.


Pertemuan berlangsung membahas upaya pelestarian budaya daerah, termasuk percepatan pembangunan dan rehabilitasi cagar budaya di Kabupaten Bone.


Pemerintah Kabupaten Bone memaparkan rencana pembangunan kembali Rumah Adat Bola Soba sebagai salah satu ikon sejarah daerah.


Selain itu, diajukan pula proposal dukungan untuk Festival Seni Budaya Gau’ Maraja Bone 2026 dengan tema “Simfoni Lumbung: Merayakan Pangan dan Budaya”.


Fadli Zon mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bone yang dinilai proaktif dalam memperjuangkan pelestarian budaya di tengah keterbatasan anggaran.


Menurut dia, pembangunan kembali Bola Soba tidak hanya penting bagi pelestarian sejarah, tetapi juga berpotensi menjadi sarana edukasi dan destinasi wisata budaya.


Pemerintah pusat, kata Fadli, akan mendorong sinergi dengan pemerintah daerah agar program kebudayaan berjalan berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat.


Terkait Gau’ Maraja Bone 2026, ia menyatakan kementerian terbuka memberikan dukungan sepanjang program tersebut direncanakan secara matang dan inklusif.


Andi Akmal menyebut audiensi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk tetap menjalankan program strategis di tengah keterbatasan anggaran.


“Melalui komunikasi dengan pemerintah pusat, kami berharap pembangunan sektor kebudayaan di Bone tetap berjalan optimal,” kata dia.


Ia menambahkan, sektor kebudayaan tidak hanya berkaitan dengan pelestarian sejarah, tetapi juga berpotensi mendorong ekonomi masyarakat.


Menurut dia, Gau’ Maraja Bone 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan budaya sekaligus ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.


“Gau’ Maraja bukan sekadar festival, tetapi representasi jati diri masyarakat Bone,” ujarnya. [Ikhlas/Sugi]

Komentar

Tampilkan

  • Bone Ajukan Revitalisasi Bola Soba dan Festival Gau’ Maraja 2026 ke Pemerintah Pusat
  • 0

Terkini

Iklan