Iklan

Iklan

Jadi yang Tercepat, Kades dan Lurah di Sibulue Rampungkan PBB dalam 23 Hari

03 April 2026, 1:17 PM WIB Last Updated 2026-04-03T05:17:22Z


RAKYATSATU.COM, BONE
- Para kepala desa dan lurah di Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, mencatatkan pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tercepat di wilayah tersebut. Capaian ini disebut sebagai indikator kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak.


Empat hari menjelang peringatan Hari Jadi Bone ke-696 pada 6 April 2026, capaian tersebut menjadi semacam “kado” bagi Pemerintah Kabupaten Bone. Seluruh desa dan kelurahan di Sibulue berhasil menyelesaikan pelunasan PBB lebih awal dibandingkan wilayah lain.


Pelunasan PBB di Kecamatan Sibulue rampung pada Kamis, 2 April 2026. Proses itu hanya memakan waktu 23 hari sejak Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) diterima dari Badan Pendapatan Daerah Bone pada 9 Maret 2026. Total nilai PBB yang dihimpun mencapai Rp1,56 miliar dari 19 desa dan satu kelurahan.


Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan itu mencerminkan kepemimpinan yang berjalan efektif, meski camat setempat tergolong baru menjabat.


Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi rujukan bagi kecamatan lain di Bone untuk mempercepat realisasi penerimaan pajak daerah pada 2026. Menurut dia, optimalisasi PBB penting untuk mendukung pembiayaan pembangunan daerah.


Camat Sibulue, Sainal Abidin, mengatakan pelunasan PBB bukan semata capaian angka. Ia menyebut keberhasilan itu merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah kecamatan, desa, serta elemen masyarakat.


Menurut Sainal, koordinasi dan kolaborasi menjadi kunci utama. Kepala desa, lurah, kolektor pajak, hingga tim koordinator bekerja secara terstruktur dalam mengawal proses penagihan di lapangan.


Ia juga menekankan pentingnya pelayanan publik yang responsif. Proses pelunasan PBB, kata dia, berlangsung di tengah bulan Ramadan, sehingga membutuhkan pendekatan yang adaptif dan persuasif.


Sejumlah strategi diterapkan untuk mendorong kepatuhan warga. Salah satunya dengan mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam komoditas bernilai ekonomi, seperti cabai dan sayuran, yang hasilnya dapat digunakan untuk membayar pajak.


Selain itu, aparatur sipil negara dan perangkat desa diminta menjadi teladan dengan melunasi PBB lebih awal. Upaya ini dimaksudkan untuk membangun kepercayaan dan mendorong partisipasi masyarakat.


Pendekatan pelayanan juga dilakukan dengan mendekatkan akses pembayaran ke masyarakat, termasuk melalui masjid sebelum pelaksanaan salat tarawih. Skema ini dinilai efektif karena memanfaatkan momentum berkumpulnya warga.


Peran tokoh agama turut dioptimalkan. Imam masjid diberdayakan sebagai Unit Pengumpul Zakat, sehingga warga yang datang berzakat juga difasilitasi untuk membayar PBB.


Selain itu, aparat desa melakukan pendekatan langsung ke rumah-rumah wajib pajak. Edukasi dan penagihan dilakukan secara persuasif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.


Strategi jemput bola tersebut dinilai efektif. Banyak warga yang langsung menunaikan kewajiban pajaknya saat didatangi petugas.


Sainal Abidin sendiri baru dilantik sebagai Camat Sibulue pada 31 Desember 2025. Sebelumnya, ia menjabat Sekretaris Camat Mare dan pernah menjadi Lurah Apala.


Pengalaman tersebut disebut turut membentuk pendekatannya dalam mengelola potensi pajak daerah. Ia pernah mencatat capaian serupa saat bertugas di wilayah sebelumnya.


Capaian di Sibulue kini menjadi tolok ukur baru bagi kecamatan lain di Kabupaten Bone. Pemerintah daerah berharap pola kerja serupa dapat direplikasi untuk meningkatkan pendapatan daerah secara berkelanjutan. [Ikhlas /Rasul]

Komentar

Tampilkan

  • Jadi yang Tercepat, Kades dan Lurah di Sibulue Rampungkan PBB dalam 23 Hari
  • 0

Terkini

Iklan