Iklan

Iklan

Musim Haji Jadi Panen Rezeki UMKM Bone, QRIS Permudah Transaksi

14 Mei 2026, 10:50 AM WIB Last Updated 2026-05-15T06:54:40Z

Nurhan salah satu UMKM yang tergabung dalam kelompok UMKM Sejahtera Beramal. UMKM yang berjualan di Pelataran Masjid Agung Al-Markaz Al-Ma’ruf/ Foto : Ichsan Machmud 

RAKYATSATU.COM, BONE
- Musim haji memang selalu membawa suasana berbeda bagi masyarakat Bone. Bukan hanya bagi para calon jamaah yang bersiap berangkat ke Tanah Suci, tetapi juga bagi para pelaku usaha kecil yang menggantungkan harapan pada ramainya aktivitas pemberangkatan jamaah.


Maka dari itu, musim haji menjadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk “panen rezeki”.


Seperti yang dirasakan Nurhan, salah satu pedagang kaki lima UMKM Sejahtera Beramal yang berjualan di lokasi pelepasan Jamaah Calon Haji Bone, tepatnya di Masjid Agung Al-Markaz Al-Ma’ruf.


Nurhan yang tergabung dalam kelompok UMKM Sejahtera Beramal itu mengaku musim haji menjadi salah satu momen paling dinantikan setiap tahun. Keramaian keluarga pengantar jamaah membuat dagangannya jauh lebih ramai dibanding hari-hari biasa.


“Kalau musim seperti ini, pembeli memang lebih banyak. Apalagi pelepasan jamaah biasanya sampai malam,” kata Nurhan, Rabu, 13 Mei 2026, sekitar pukul 23.00 Wita.


Malam itu, pelepasan Jamaah Calon Haji Kabupaten Bone untuk Kelompok Terbang (Kloter) 33 UPG berlangsung hingga larut. Ribuan keluarga dan kerabat jamaah memadati kawasan masjid. Sebagian datang untuk mengantar, sebagian lain sekadar ingin menyaksikan suasana keberangkatan.


Bagi pedagang kecil seperti Nurhan, keramaian itu berarti kesempatan memperoleh tambahan penghasilan.


Di tengah ramainya melayani pembeli, kata dia, satu hal yang paling membantu dalam aktivitas jual belinya ialah adanya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Pasalnya, dengan QRIS proses jual beli menjadi cepat dan praktis.


“UMKM seperti kami ini, QRIS sangat membantu. Kami sudah merasakan manfaat dari pemakaian QRIS dalam berjualan,” katanya.


Menurut dia, tidak semua pembeli membawa uang tunai ketika datang mengantar keluarga ke lokasi pemberangkatan haji. Sebagian lebih memilih menggunakan pembayaran digital karena dianggap lebih cepat dan praktis.


“Kemudahannya itu karena terkadang ada pembeli tidak membawa uang tunai sehingga dengan QRIS pembayaran jadi lebih mudah,” sambung Nurhan.


Bagi Nurhan, perubahan cara pembayaran itu terasa nyata dalam beberapa tahun terakhir. Jika dulu pedagang kecil identik dengan uang receh dan kerepotan mencari kembalian, kini transaksi bisa selesai hanya dalam hitungan detik.


Ia mengaku bahwa pada musim tertentu seperti musim haji, dagangannya mengalami lonjakan omzet hingga 50 persen dibanding hari-hari biasa.


“Alhamdulillah, kecuali kalau cuaca tidak bagus atau hujan baru omzet menurun. Tapi selama momen pemberangkatan calon haji pada malam hari, pembeli sangat banyak. Omzet bisa mencapai rata-rata Rp700 ribu sampai Rp1,5 juta,” ungkap Nurhan.


Bupati Bone Andi Asman Sulaiman (kemeja putih) saat meninjau UMKM yang ada di Kabupten Bone/ Foto : Istimewa

Sementara itu, pengantar Jamaah Calon Haji Bone, Andi Rio, mengatakan dalam kondisi ramai seperti saat ini, pembeli tentu ingin melakukan transaksi dengan cepat untuk menghindari antrean.


Menurut dia, pembayaran digital menjadi solusi di tengah kondisi yang ramai dan padat seperti pemberangkatan jamaah haji.


“Kalau pakai BRImo tinggal scan QRIS, masukkan nominal, selesai. Tidak perlu tunggu uang kembalian lagi,” katanya.


Bagi para pengantar jamaah, kecepatan transaksi memang menjadi hal penting. Banyak orang datang bersamaan dalam waktu yang hampir bersamaan pula. Antrean panjang sering tidak terhindarkan.


“Jadi lebih mempermudah dan mempercepat transaksi, tidak perlu membuat antrean panjang lagi,” jelasnya.


Karena itu, penggunaan QRIS dianggap membantu mempercepat transaksi antara pembeli dan pedagang. Tidak hanya praktis bagi pembeli, tetapi juga memudahkan pelaku usaha kecil melayani lebih banyak pelanggan.


Sebelumnya, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mendorong seluruh pelaku UMKM di Kabupaten Bone untuk beralih ke pembayaran nontunai menggunakan QRIS. Menurut dia, hal itu merupakan langkah strategis untuk memudahkan transaksi dan mendorong UMKM Bone siap bersaing di era digital.


“Transaksi makin praktis, UMKM makin laris, ekonomi Bone makin optimistis,” ujar Andi Asman.


Kehadiran BRI sebagai salah satu lembaga keuangan milik negara, kata Andi Asman, diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bone, termasuk pada sektor UMKM dan layanan keuangan bagi masyarakat.


Dorongan penggunaan transaksi digital juga berjalan beriringan dengan penguatan pembiayaan usaha masyarakat. Dalam data penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BRI tahun 2025, Kabupaten Bone tercatat menjadi daerah dengan penyaluran KUR terbesar di Sulawesi Selatan, mencapai Rp1,738 miliar. [Ichsan Machmud]

Komentar

Tampilkan

  • Musim Haji Jadi Panen Rezeki UMKM Bone, QRIS Permudah Transaksi
  • 0

Terkini

Iklan