Iklan

Iklan

Tradisi Mallanca Warnai HJB Bone, Camat Bengo Ceritakan Momen Tegang di Arena

03 April 2026, 1:22 PM WIB Last Updated 2026-04-03T05:22:09Z

Camat Bengo saat menghantam betis lawannya, Camat Palakka yang berpasangan Camat Barebbo

RAKYATSATU.COM, BONE
- Tradisi mallanca, adu betis khas masyarakat Bugis di Bone dan Maros, Sulawesi Selatan, kembali menjadi perhatian dalam peringatan Hari Jadi Bone (HJB) ke-696. Tradisi yang dikenal ekstrem ini dilakukan sebagai ungkapan syukur pascapanen sekaligus simbol keberanian, kekuatan, dan solidaritas sosial. Dalam praktiknya, para peserta saling menghantamkan tulang kering ke arah betis lawan.


Kali ini, tradisi tersebut dikemas dalam bentuk perlombaan yang melibatkan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat se-Kabupaten Bone. Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Pemuda dan Olahraga itu berlangsung di Lapangan Merdeka Bone, Kamis, 2 April 2026.


Camat Bengo, Asyari Adifati Pratama, mengaku baru pertama kali terlibat langsung sebagai peserta dalam tradisi tersebut. Alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri itu mengatakan pengalaman tersebut menjadi momen yang tak terlupakan.


Ia mengakui sempat merasa was-was sebelum turun ke arena. Namun, kesempatan untuk mengikuti tradisi yang sarat nilai budaya itu dianggap sebagai sebuah kehormatan.


“Pada kesempatan ini kami difasilitasi oleh Bupati Bone untuk merasakan langsung tradisi ini dalam rangkaian HJB ke-696. Ini tentu menjadi kehormatan bagi saya,” ujar Asyari, Jumat, 3 April 2026.


Menurut dia, pertandingan mallanca tidak hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga keberanian menghadapi lawan. Ia bahkan sempat merasa tertekan saat mengetahui lawannya merupakan para senior sesama alumni IPDN.


“Yang paling menegangkan saat tahu lawan saya adalah para senior alumni IPDN. Di situ saya sempat berpikir apakah maju atau mengundurkan diri,” katanya sambil tertawa.


Di tengah keraguan tersebut, ia mengaku teringat dukungan masyarakat Kecamatan Bengo yang hadir langsung di lokasi pertandingan. Sorakan penonton menjadi dorongan baginya untuk tetap bertanding.


“Saya pikir kalau mundur, malu dengan masyarakat Bengo yang sudah memberi dukungan penuh,” ujarnya.


Keputusan untuk tetap maju membuatnya harus berhadapan dengan dua seniornya, yakni Camat Palakka dan Camat lainnya yang juga merupakan alumni sekolah kedinasan tersebut.


Ia kemudian memberanikan diri masuk ke arena bersama pasangannya, Camat Lamuru. Keputusan itu juga dipengaruhi oleh pesan Kepala BKPSDM Bone yang sempat ia ingat sebelum bertanding.


“Lebih baik minta maaf daripada minta izin, itu yang saya ingat saat itu,” kata dia.


Perlombaan mallanca berlangsung hingga selesai dengan pengawasan langsung dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bone, Andi Akbar.


Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Bupati Bone, jajaran pejabat daerah, serta masyarakat yang hadir menyaksikan jalannya pertandingan. [Ikhlas /Rasul]

Komentar

Tampilkan

  • Tradisi Mallanca Warnai HJB Bone, Camat Bengo Ceritakan Momen Tegang di Arena
  • 0

Terkini

Iklan