ads

12 January, 2019

Gegara Beda Pilihan Caleg, Dua Kuburan Terpaksa Dibongkar di Gorontalo

Gegara Beda Pilihan Caleg, Dua Kuburan Terpaksa Dibongkar  di Gorontalo
banner 336x280
banner 336x280
Dua kuburan di Gorontalo dipindahkan karena berbeda pilihan caleg dengan pemilik tanah. (Ajis Halid/detikcom)

RAKYATSATU.COM - Apa yang ada didalam pikiran keluarga ini, hanya karena berbeda pilihan dengan calon legislatif (caleg) yang akan diselenggaran April Mendatang, mereka rela  memindahkan  makam keluarganya sendiri.

Hal ini terjadi di Desa Toto Selatan Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. diketahui, pemilik tanah kuburan, yang masih ikatan keluarga dengan almarhum, meminta keluarganya mengambil kuburan karena berbeda pilihan calon legislatif (caleg).

Kubur yang dipindahkan adalah kubur almarhum Masri Dunggio yang sudah dikuburkan 26 tahun yang lalu dan almarhumah Sitti Aisya Hamzah yang baru saja dikuburkan di halaman belakang milik negara bernama Awono. Pemindahan kuburan itu dilakukan hari ini, Sabtu (12/1/2019).

"Awano itu bukan orang NasDem, yang saya tahu Awono itu kekerabatan saudara ipar yang mencalonkan diri calon anggota DPRD Bone Bolango. Jadi hubungan dengan partai itu tidak tahu. Dia pernah bilang 'kamu mau tidak pilih Nani atau Iriani itu kuburan pindah dan ini aku pagar (jalan) '. Nani itu dari NasDem, "kata Abdusalam Polontolo, keluarga pemilik kubur yang dipindahkan dilansir laman detik.com.

Dia menjelaskan berbeda pilihan yang mendukung pemindahan kuburan ini sudah pernah ada mediasi dari pihak kepala desa. Namun, tidak ada titik temu, keluarga pemilik kubur sudah puas.

"Kami sudah diundang ke kantor kepala desa untuk mediasi. Tapi kakak saya sudah telanjur luka, kakak saya seorang janda dan sudah dimaki-maki," lanjut Abdusalam
Dua kuburan di Gorontalo dipindahkan karena berbeda pilihan caleg dengan pemilik tanah. (Ajis Halid/detikcom)


Proses pemindahan 2 kubur ini diwarnai isak tangis keluarga. Pihak keluarga mengaku tidak tega melihat 2 kuburan ini dipindahkan.

Proses pembongkaran kuburan hingga pemindahan berlangsung hampir 2 jam. Lokasi kuburan yang baru tidak jauh dari kuburan semula.

"Pemicunya bahasa 'kalau kamu tidak pilih, ada yang mati tidak bisa dikuburkan di sini. Itu kuburan Masri harus dipindah'. Padahal yang punya lahan kubur masih sepupu dengan almarhum," Tambah Abdusalam.

Sementara itu, Kepala Desa Toto Selatan Taufik Baladraf mengajukan pertanyaan ini muncul sekitar Desember 2018. Pihak keluarga yang bersengketa atau bermasalah sudah diundang mediasi.

Taufik menyambut saat rapat mediasi di kantor desa, ada kata yang diangkat soal pemilihan Pileg 2019.

"Tapi saat itu sudah saya tegaskan hak pilih itu hak semua orang dan tidak bisa dipaksakan. Hubungan keluarga pemilik tanah dan kubur dipindahkan bagus, tetapi karena ada ini (pileg)," pungkas Taufik. (detik)


Don't Miss

News Feed