Ternyata Terduga Korupsi Dana Desa Terbesar di Indonesia, Ada di Sibulue, Ini Namanya

Ternyata Terduga Korupsi Dana Desa Terbesar di Indonesia, Ada di Sibulue, Ini Namanya
RAKYATSATU.COM, BONE - Kepala Desa (Kades) Pattiro Riolo, Kecamatan Sibulue, Syamsuddin bin Yesa (51) dan mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kades Pattiro Riolo yakni Syamsuddin bin Rahman (57), harus mendekam di jeruji besi Mapolres Bone, Jl Yoes Sudarso, Watampone.

Kedua orang tersebut mendekam di hotel prodeo Mapolres Bone karena diduga melakukan kosupsi dana desa yang diperkirakan melebihi setengah miliar rupiah. Polres Bone berhasil mengungkap penyalahgunaan dana desa hingga melewati setengah miliar di Kabupaten Bone.

Hal itu diungkapkan Kapolres Bone AKBP Muhammad Kadarislam Kasim saat merilis penyalahgunaan dana desa Pattiro Riolo di Ruang Unit Tipidkor, Mapolres Bone, Jl. Yos Sudarso, Selasa (06/08).

"Setelah kami melakukan penyidikan dan dilakukan audit oleh BPK, penyalahgunaan dana desa di Desa Pattiro Riolo mencapai Rp 540 juta pada tahun 2016," ungkap AKBP Muhammad Kadarislam Kasim didampingi Kasat Reskrim Polres Bone AKP Dharma Praditya Negara kepada awak media.

Ia menambahkan penyalahgunaam dana desa yang disebut-sebut terbesar di Indonesia itu melibatkan oknum kades.

"Palakunya diduga dilakukan oleh Kades Pattiro Riolo dan Plt Kades Pattrio Riolo Kecamatan Sibulue," tambah Kadarislam yang menghadirkan dua tersangka.

AKBP Muhammad Kadarislam Kasim menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan, oknum Kades tersebut mengakui telah menggunakan ADD yang ada di Desa-nya untuk kepentingan pribadi. Dimana modusnya yakni melakukan pencairan dana untuk proyek pembangunan talut fiktif.

“Dana ini digunakan yang bersangkutan untuk kepentingan pribadi, yakni Kampanye Kades. Dimana saat itu Syamsuddin kembali maju di Pilkades pada Desember 2016 lalu,” ujarnya.

Sementara itu, peran Syamsuddin Rahman, saat menjabat Plt, menyerahkan dana sebesar 540 juta kepada Syamsuddin Yesa dengan alasan kepentingan pembangunan infrastruktur yang ada di desa tersebut. Namun proyek tersebut terbukti fiktif.  (Rasul)


loading...
close
Rakyatsatu