Kegiatan TMMD Bukan Hanya Bangun Sarana Fisik, Ini Buktinya

Kegiatan TMMD Bukan Hanya Bangun Sarana Fisik, Ini Buktinya
RAKYATSATU.COM, JENEPONTO - Pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 101 Tahun 2018 di wilayah Kodim 1425/Jeneponto, yang sudah berlangsung sekira satu bulan, kali ini melaksanakan penyuluhan hukum di SMA Negeri 6 Jeneponto di Lingkungan Tolo, Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Rabu (18/04).

Pada penyuluhan hukum yang dibawakan oleh Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Jeneponto, Ahmad Jafar, SH, dalam materinya membawakan Perlindungan anak terhadap kekerasan pedofilia serta mencegah kekerasan (Bullying) di sekolah.

Ia menjelaskan bahwa Pedofilia (pedhopilia) adanya perasaan dorongan seksual yang kuat dan melibatkan aktivitas seksual dengan anak-anak yang usianya dibawah 13 tahun. Seorang pelaku pedofilia adalah orang dewasa dengan usia diatas 16 tahun dan mempunyai umur paling sedikit 5 tahun lebih tua daripada anak.

Sedangkan Bullying adalah perilaku agresif disengaja yang menggunakan ketidakseimbangan kekuasaan atau kekuatan. Seseorang yang melakukan bullying dapat melakukan hal seperti: memukul, menendang, mendorong, meludah, mengejek, menggoda, penghinaan rasial, pelecehan verbal, dan mengancam.

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 141/Tp, Mayor Inf Mansu Kole mengatakan bahwa, pelaksanaan TMMD ke 101 tahun 2018 dalam wilayah Korem 141/Tp ada dua titik, yakni di Kabupaten Wajo dan Kabupaten Jeneponto.

"TMMD ke 101 tahun 2018 dalam wilayah Korem 141/Tp dilaksanakan di dua kabupaten yakni Kabupaten Wajo dan Kabupaten Jeneponto. Semuanya itu telah berlangsung yang terdiri dari sejumlah item kegiatan. Ini dimaksudkan bahwa salah satu bukti kalau Rakyat adalah ibu kandung TNI," ujar Mayor Inf Mansut Kole.

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Rudianto, (Kepsek SMAN 6 Jeneponto), Serma M Kasim SE (mewakili Kasdim1425/Jp), Sudirman (PNS Kodim), Sertu Jamaluddin (Babinsa Kelurahan Tolo Selatan) dan jumlah sekira 230 orang. (Rasul)

loading...
close
Rakyatsatu