Iklan

Iklan

Kolaborasi Forum Pemuda Wajo dan Pemerintah, Pitumpanua Siap Wujudkan Nol Sampah Plastik

03 Juni 2026, 10:33 PM WIB Last Updated 2026-06-03T14:34:22Z
Pemerintah Kecamatan Pitumpanua menggandeng Forum Pemuda Wajo inisiasi Bank Sampah "Mapaccing".


RAKYATSATU.COM, WAJO - Langkah progresif ditempuh Pemerintah Kecamatan Pitumpanua dalam membenahi tata kelola lingkungan. Berkolaborasi dengan Forum Pemuda Wajo (FPW), pemerintah setempat tengah mematangkan program inovatif berupa pendirian Bank Sampah “Mapaccing” (Masyarakat Pitumpanua Cinta Lingkungan).

Inisiatif ini dirancang sebagai gerakan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga, dari sekadar dibuang menjadi bernilai ekonomi dan sosial.

Camat Pitumpanua, Arriyanti Marzuki, menegaskan bahwa program ini akan dijalankan secara terstruktur dan berkelanjutan. Salah satu strategi utama adalah mengintegrasikan aparatur pemerintah dari tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan ke dalam struktur pengelolaan Bank Sampah Mapaccing.

​"Aparatur dari berbagai tingkatan tersebut akan dilebur secara resmi ke dalam struktur kepengurusan Bank Sampah Mapaccing, dan akan senantiasa menyosialisasikan program bank sampah ini di setiap kegiatan kemasyarakatan guna memperluas jangkauan informasi dan kesadaran warga," ujar Arriyanti, Rabu (3/6/2026).

​Arriyanti menambahkan, target jangka pendek yang dibidik saat ini adalah menguji coba pilot project agar berjalan optimal di beberapa klaster terpilih, seperti sekolah, perkantoran, desa, dan kelurahan. Sedangkan untuk proyeksi jangka panjang, ia menargetkan seluruh elemen sektor tersebut sudah mandiri mengelola dan memilah sampah dari hulu.

​Ekspansi gerakan ini bahkan menyasar hingga ke lingkaran keluarga terkecil. Pemerintah Kecamatan Pitumpanua memanfaatkan jaringan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di level kelurahan dan desa untuk mengintervensi sekaligus menyukseskan implementasi bank sampah tersebut.

Di sisi lain, keterlibatan sektor formal ini diposisikan sebagai figur teladan yang diharapkan bisa memicu kesadaran kolektif masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua Bank Sampah "Mapaccing" Pitumpanua, Rudhi Amin, memaparkan bahwa ada tiga skema utama yang diusung dalam program ini, yaitu memilah sampah sejak dari rumah, memanfaatkan sampah sebagai instrumen sedekah sosial, serta mengonversinya menjadi tabungan bernilai ekonomis.

​"Kegiatan Bank Sampah akan fokus pada pemilahan sampah langsung dari sumbernya, sistem sedekah sampah untuk kegiatan sosial, serta tabungan sampah yang bernilai ekonomi bagi para nasabah," tutur pria yang juga menjabat sebagai Pembina Forum Pemuda Wajo tersebut.
Saat ini, pengurus Bank Sampah "Mapaccing" fokus melakukan pemetaan wilayah strategis sembari memperkuat koordinasi dengan para pemangku kebijakan. Hasil pemetaan ini nantinya menjadi landasan untuk menggelar sosialisasi dan edukasi masif ke masyarakat.

"Langkah awal ini nantinya akan segera disusul dengan rangkaian edukasi dan sosialisasi masif guna memastikan seluruh lapisan masyarakat memahami sistem kerja bank sampah tersebut," pungkas Rudhi.

Melalui integrasi kuat ini, cita-cita besar mewujudkan "Pitumpanua Nol Sampah Plastik" diharapkan tidak sekadar menjadi wacana, melainkan kultur baru yang menetap. (Ikhlas/Amin)
Komentar

Tampilkan

  • Kolaborasi Forum Pemuda Wajo dan Pemerintah, Pitumpanua Siap Wujudkan Nol Sampah Plastik
  • 0

Terkini

Iklan