RAKYATSATU.COM, MAROS - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Maros tak ingin sekadar menjadi peserta dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Setelah kepengurusan baru dilantik, organisasi ini langsung memasang target tinggi: membawa Maros menembus dua besar klasemen dengan memboyong hingga 44 medali emas.
Ketua KONI Maros Chairul bersama 71 pengurus lainnya resmi dilantik pada Rabu, 22 Juli 2026. Pelantikan berlangsung di Grand Town Hotel, Kabupaten Maros, dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta kepala organisasi perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Maros.
Ketua KONI Sulawesi Selatan Darmawangsyah Muin menyerahkan bendera pataka kepada Chairul. Prosesi itu menandai dimulainya periode baru kepengurusan KONI Maros sekaligus babak baru ambisi olahraga daerah tersebut.
Namun, target 44 emas bukan perkara ringan. KONI Maros kini menaungi 37 cabang olahraga, meningkat tajam dari 24 cabor pada periode sebelumnya. Cabang olahraga baru yang masuk antara lain pickleball, arung jeram, e-sport, berkuda, dan petanque.
Chairul mengatakan ada tiga pekerjaan utama yang akan menjadi fokus kepengurusannya. Penguatan organisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pembinaan prestasi menjadi fondasi untuk mengejar target tersebut.
"Kalau sekarang ini agenda besarnya kami menghadapi Porprov. Ada tiga program yang saya fokuskan. Pertama penguatan organisasi, kedua peningkatan sumber daya manusia, dan yang ketiga paling penting adalah pembinaan prestasi," kata Chairul seusai pelantikan.
Penguatan organisasi akan diarahkan pada pembenahan tata kelola administrasi cabang olahraga. Bertambahnya jumlah cabor membuat kebutuhan pengelolaan organisasi semakin kompleks.
Di sisi lain, KONI Maros menilai kualitas pelatih dan wasit menjadi salah satu penentu keberhasilan atlet di arena pertandingan. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dari strategi mereka.
"Saya selalu bilang bahwa prestasi bisa diraih ketika memiliki pelatih yang berkualitas. Potensi pelatih harus kita tingkatkan," ujar Chairul.
KONI Maros berencana mengirim pelatih dan wasit mengikuti berbagai pelatihan. Harapannya, peningkatan kompetensi tersebut dapat berbanding lurus dengan prestasi atlet.
Untuk mengejar target dua besar, KONI Maros juga menyiapkan Training Center (TC) Mandiri. Para atlet akan menjalani serangkaian try-out dan try-in sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porprov.
Jumlah kontingen yang akan dibawa pun tidak sedikit. Maros diproyeksikan mengikuti pertandingan melalui 33 cabang olahraga dengan kekuatan lebih dari 350 atlet.
Dukungan anggaran juga meningkat. KONI Maros memperoleh hibah Rp3,5 miliar untuk periode ini. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan anggaran Porprov 2022 yang mencapai Rp2,75 miliar.
Dengan 37 cabor, lebih dari 350 atlet, dan target 44 medali emas, tantangan KONI Maros kini bukan lagi sekadar menambah jumlah peserta. Mereka harus membuktikan bahwa bertambahnya cabang olahraga dan anggaran mampu menghasilkan prestasi.
Chairul memilih memasang target tinggi. Maros ditargetkan menembus dua besar Porprov.
Target itu kini tinggal menunggu pembuktian di arena. (Ikhlas/arul)