RAKYATSATU.COM, MAROS - Chaerul Syahab mengklaim telah mengantongi 32 rekomendasi dukungan tertulis dari cabang olahraga (cabor) untuk maju sebagai calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Maros periode 2026–2030.
Jumlah dukungan tersebut setara sekitar 90 persen dari total 37 cabang olahraga yang terdaftar sebagai anggota KONI Maros.
Chaerul mengatakan pencalonannya didorong oleh keinginan untuk melanjutkan pembangunan olahraga prestasi di Kabupaten Maros. Jika terpilih, ia berkomitmen meneruskan pondasi yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya di bawah pimpinan Marjan Massere.
“Salah satu target utama yang ingin saya lanjutkan yakni membawa Kabupaten Maros masuk lima besar pada ajang multi event olahraga tingkat Sulawesi Selatan,” kata Chaerul, Jumat, 29 Mei 2026.
Target tersebut diarahkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan yang akan berlangsung di Kabupaten Wajo dan Bone.
Menurut Chaerul, peningkatan prestasi olahraga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pembinaan atlet, terutama usia dini, menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan prestasi setiap cabang olahraga.
“Prestasi itu bisa diraih ketika pembinaan berjalan baik. Salah satunya melalui pembinaan atlet usia dini di setiap cabang olahraga,” ujarnya.
Ia menilai pembinaan tidak hanya menjadi tanggung jawab KONI dan Dinas Pemuda dan Olahraga, tetapi juga memerlukan keterlibatan dunia pendidikan, termasuk guru olahraga di tingkat SMP dan SMA.
Selain pembinaan atlet, Chaerul menyoroti kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana olahraga di Maros. Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah GOR Mini yang diharapkan dapat segera difungsikan secara optimal.
“GOR Mini harapannya sudah bisa digunakan karena itu sangat membantu,” katanya.
Chaerul juga menyatakan telah mengundurkan diri dari jabatan Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Maros sejak 27 Mei 2026. Menurut dia, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga netralitas jika nantinya dipercaya memimpin KONI Maros.
“Kalau sudah mendapat amanah sebagai Ketua KONI, maka semua cabor menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Selain itu, ia berencana melakukan pembenahan organisasi dan manajemen sekretariat KONI agar menjadi ruang yang nyaman dan terbuka bagi seluruh cabang olahraga.
“Agar Sekretariat KONI ini bisa nyaman dan menjadi rumah bersama cabang olahraga,” kata Chaerul.
Meski maju sebagai calon ketua, ia tetap memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Marjan Massere yang dinilai berhasil membangun pondasi olahraga di Maros.
Menurut Chaerul, sejumlah capaian penting dalam periode kepengurusan sebelumnya antara lain penyelenggaraan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab), peningkatan jumlah cabang olahraga yang lolos ke Porprov dari 24 menjadi 33 cabor, serta bertambahnya anggota KONI Maros dari 25 menjadi 37 cabang olahraga.
“Beliau sudah menanam pondasi yang cukup baik. Tugas saya hanya menjaga dan meningkatkan,” ujarnya. (Ikhlas/Arul)