![]() |
| Potret owner Agen BRILink, Sry Wahdah (kanan) di Sinjai Barat saat melayani konsumen. |
RAKYATSATU.COM, SINJAI - Tak ada papan nama bertuliskan bank di sudut Batuleppa, Desa Gunung Perak, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai. Yang berdiri di tepi jalan hanyalah sebuah warung sederhana dengan rak berisi kebutuhan harian, etalase pulsa, dan sebuah mesin Electronic Data Capture (EDC) di atas meja.
Namun sejak pagi hingga sore, warga silih berganti datang. Ada yang menarik uang tunai setelah hasil panen terjual, mengirim uang kepada keluarga, membeli token listrik, membayar tagihan, hingga mengisi saldo dompet digital. Semua transaksi itu selesai hanya dalam hitungan menit, tanpa harus turun gunung menuju kota.
Warung sederhana itu milik Sry Wahdah (33), Agen BRILink yang selama delapan tahun terakhir menjadi tumpuan layanan keuangan masyarakat di dataran tinggi Sinjai Barat.
"Tapi layanan yang paling banyak dimanfaatkan di sini seperti tarik tunai, transfer, top up dompet elektronik, pulsa, dan bayar PLN," ujar Wahdah, Sabtu (13/6/2026).
Sebelum menjadi Agen BRILink, Wahdah melihat sendiri bagaimana warga di desanya harus mengeluarkan biaya dan waktu hanya untuk melakukan transaksi perbankan.
Bila membutuhkan layanan dasar, mereka harus menuju Manipi, ibu kota Kecamatan Sinjai Barat. Sementara untuk layanan yang lebih lengkap, masyarakat rela menempuh perjalanan sekitar 30 kilometer menuju Kota Malino di Kabupaten Gowa.
"Kalau ke sana butuh ongkos bensin lagi. Agak jauh, tapi memang lengkap di sana," katanya.
Melihat kondisi tersebut, Wahdah memutuskan bergabung sebagai Agen BRILink pada 2018. Baginya, menghadirkan layanan perbankan lebih dekat kepada masyarakat sama pentingnya dengan membuka peluang usaha baru bagi dirinya.
Melalui fasilitas mesin EDC dan dukungan aplikasi BRImo dari BRI, warung kecil miliknya kini melayani hampir seluruh kebutuhan transaksi masyarakat. Selain tarik tunai dan transfer, warga juga dapat membayar berbagai tagihan, membeli pulsa dan token listrik, melakukan top up dompet digital, hingga mengakses berbagai layanan keuangan lainnya.
Menurutnya, menjadi Agen BRILink juga memiliki risiko usaha yang relatif kecil dibandingkan membuka usaha yang mengandalkan stok barang.
"Kalau sepi sehari, rugi stok tidak ada. Jadi beda sama usaha makanan atau toko yang bisa basi," ujarnya.
Perannya di tengah masyarakat tidak berhenti sebagai penyedia layanan transaksi. Hampir setiap hari, Wahdah juga menjadi tempat bertanya bagi warga yang masih belum terbiasa menggunakan layanan perbankan digital.
Salah satu yang paling sering ia perkenalkan adalah BRImo, super apps milik BRI yang memungkinkan masyarakat melakukan berbagai transaksi langsung melalui telepon genggam.
"Saya sampaikan kepada masyarakat kalau di BRImo itu lebih mudah bertransaksi, tidak perlu jauh lagi, cukup di BRImo," jelasnya.
Meski demikian, membangun kepercayaan masyarakat tidak terjadi dalam semalam.
Pada awal membuka layanan, masih banyak warga yang ragu bertransaksi melalui Agen BRILink. Kekhawatiran uang tidak sampai atau tidak adanya bukti transaksi menjadi pertanyaan yang paling sering ia dengar.
"Awalnya ragu karena takut uangnya tidak masuk, agen kabur, dan tidak ada buktinya. Lama-lama mereka percaya karena ada tetangga atau teman yang sudah mencoba dan transaksinya berhasil," katanya.
Kini, kepercayaan masyarakat terus tumbuh. Volume transaksi harian meningkat dan membuat perputaran usaha Wahdah ikut berkembang. "Alhamdulillah omzet per harinya lumayan," ujarnya.
Kehadiran Wahdah sebagai Agen BRILink menjadi bagian dari upaya yang lebih luas dalam memperluas akses layanan keuangan hingga ke wilayah-wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan layanan perbankan. Melalui jaringan agen, masyarakat kini tidak lagi selalu bergantung pada kantor cabang untuk melakukan berbagai transaksi keuangan sehari-hari.
Regional Mikro Banking Head (RMBH) BRI Region 15 Makassar, Iwan Supriyanto, mengatakan Agen BRILink merupakan perpanjangan tangan BRI dalam memperluas akses layanan keuangan hingga ke daerah-daerah yang belum memiliki kantor layanan konvensional.
Melalui Agen BRILink, masyarakat dapat menikmati berbagai layanan seperti tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan, pembelian token listrik, top up dompet elektronik, hingga investasi emas tanpa harus datang ke kantor cabang.
"Agen BRILink adalah perpanjangan tangan kami di daerah. Ini upaya kami untuk memperluas akses di tempat-tempat yang tidak ada kantor konvensionalnya," ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga dapat mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Agen BRILink untuk mendukung pengembangan usaha. "Proses kredit bisa dilakukan di sana," kata Iwan.
Hingga akhir Desember 2025, BRI Region 15 Makassar yang meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku telah memiliki 71.255 Agen BRILink dengan total transaksi mencapai sekitar 130 juta transaksi.
Menurut Iwan, jaringan tersebut akan terus diperluas, terutama di wilayah-wilayah yang masih tergolong blank spot agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati layanan keuangan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
"Kita akan terus monitor yang mengajukan, di daerah mana saja mereka. Kalau daerahnya memang belum ada BRILink, tentu akan kami lihat," tuturnya. (Amin Rais)
