Iklan

Iklan

Belajar Agama Kini Dibantu AI, Kemenag Rilis 40 Buku Digital PAI

06 Agustus 2026, 11:00 AM WIB Last Updated 2026-08-06T03:01:08Z
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat  Luncurkan 40 Buku Digital PAI, Terintegrasi dengan AI di Platform Smart PAI





RAKYATSATU.COM, JAKARTA - Kementerian Agama meluncurkan 40 buku digital Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti yang terintegrasi dengan platform pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) Smart PAI, Buku-buku tersebut dapat diakses oleh guru dan peserta didik mulai jenjang PAUD hingga perguruan tinggi umum.


Peluncuran dilakukan di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026. Sebanyak 39 buku diperuntukkan bagi jenjang PAUD/TK, SD, SMP, SMA/SMK, dan sekolah luar biasa (SLB), sedangkan satu buku lainnya disusun untuk mata kuliah PAI di perguruan tinggi umum.


Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan transformasi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam dunia pendidikan. Menurut dia, pendidikan agama harus mampu mengikuti perubahan cara belajar generasi muda tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.


"Kita harus lebih cepat mengikuti perkembangan teknologi. Jangan sampai pendidikan agama tertinggal dari cara belajar generasi sekarang," ujar Nasaruddin.


Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno menjelaskan seluruh buku telah tersedia di platform Smart PAI yang dapat diakses secara daring. Selain menyediakan buku digital, platform tersebut dilengkapi kelas interaktif, bank soal, perpustakaan digital, asesmen pembelajaran, serta asisten AI.


Berbeda dengan layanan AI generatif pada umumnya, asisten AI di Smart PAI hanya menggunakan referensi dari 40 buku resmi yang diterbitkan Kementerian Agama. Dengan demikian, jawaban yang diberikan tetap mengacu pada kurikulum nasional dan materi yang telah melalui proses validasi akademik.


Menurut Amien, buku-buku tersebut juga mengintegrasikan program Tuntas Baca Al-Qur'an (TBQ) untuk memperkuat literasi Al-Qur'an peserta didik. Selain itu, materi pembelajaran memuat Kurikulum Cinta yang menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, ilmu pengetahuan, lingkungan, sesama, dan tanah air, serta tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat.


Ia menegaskan pemanfaatan AI tidak dimaksudkan menggantikan peran guru dalam proses pembelajaran.


"Teknologi dapat membantu transfer pengetahuan, tetapi pembentukan karakter dan penanaman nilai tetap menjadi tugas guru," katanya.


Kementerian Agama berharap integrasi buku digital dengan teknologi AI dapat memperluas akses pembelajaran agama Islam sekaligus mendukung proses belajar yang lebih interaktif bagi peserta didik di berbagai daerah. 

Untuk diketahui, Smart PAI adalah sebuah ekosistem pembelajaran berbasis web (https://smartpai.kemenag.go.id/en) yang memadukan buku digital, kelas interaktif, bank soal, perpustakaan digital, asesmen pembelajaran, hingga asisten AI yang mampu menjawab pertanyaan pengguna berdasarkan materi resmi yang terdapat dalam buku-buku tersebut. (Ikhlas/Amd)
Komentar

Tampilkan

  • Belajar Agama Kini Dibantu AI, Kemenag Rilis 40 Buku Digital PAI
  • 0

Terkini

Iklan