![]() |
| Owner Lombok Kuning Simpati, Melyana Khohari (kiri) saat mengikuti event di Jakarta Convention Center (JCC). |
RAKYATSATU.COM, MAKASSAR - Di tengah perubahan pola transaksi masyarakat yang semakin mengarah ke pembayaran non tunai, sejumlah pelaku UMKM di Makassar mulai merasakan langsung manfaat penggunaan QRIS dalam mendukung perkembangan usaha mereka.
Kemudahan transaksi digital itu dirasakan owner Vinlandak, Dimitri Eka Mariana, hingga pasangan suami istri Ridwan Wahyudi Candra dan Melyana Khohari, pemilik usaha Lombok Kuning Simpati.
Bagi Dimitri, penggunaan QRIS BRI membuat transaksi pelanggan menjadi jauh lebih praktis, terutama untuk pemesanan produk kuliner secara online maupun langsung di toko.
“Sekarang mayoritas pembeli minta QRIS karena lebih praktis dan tidak kena biaya admin transfer,” ujar Dimitri.
Owner usaha Kue Durian Vinlandak itu mengaku perubahan perilaku pelanggan mulai terasa dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya pelanggan lebih banyak menggunakan uang tunai atau transfer antarbank, kini sebagian besar cukup memindai barcode QRIS saat melakukan pembayaran.
“Kalau pakai QRIS pelanggan tinggal scan saja. Lebih gampang juga buat kami,” katanya.
![]() |
| QRIS BRI Vinlandak. |
Usaha yang dirintis Dimitri sejak 2020 itu awalnya hanya dijalankan dari rumah dengan sistem pre-order. Namun setelah menjadi binaan Rumah BUMN BRI pada awal 2024, usahanya mulai berkembang lebih luas.
Melalui pendampingan tersebut, Dimitri mendapatkan pelatihan manajemen usaha, pemasaran hingga digitalisasi bisnis.
“Sebelum ikut pendampingan BRI saya cuma jualan online biasa. Sekarang lebih berkembang karena diajarkan juga soal pemasaran dan digitalisasi,” ujarnya.
Produk Vinlandak seperti Kue Durian, nasi bento karakter anak hingga bangket kenari kini telah masuk di sejumlah ritel modern dan hotel di Makassar seperti Swiss-Belhotel, Claro, Aryaduta hingga Brownies Amanda.
Hal serupa juga dirasakan Melyana Khohari dan suaminya Ridwan Wahyudi Candra, pemilik usaha Lombok Kuning Simpati di Jalan Sulawesi Nomor 204 Kota Makassar.
Usaha sambal khas Makassar yang dirintis sejak 1998 itu kini mulai mengandalkan transaksi digital melalui QRIS untuk memudahkan pelanggan bertransaksi.
“Sudah tiga tahun saya menggunakan QRIS BRI. Karena sekarang rata-rata pelanggan sudah tidak bawa uang cash. Tinggal scan saja pakai QRIS,” ujar Melyana.
Menurutnya, penggunaan QRIS membuat transaksi menjadi lebih cepat dan praktis, sekaligus berdampak langsung terhadap peningkatan penjualan usaha mereka.
“Kalau dampaknya sangat terasa. Customer lebih mudah transaksi dan penjualan juga meningkat,” katanya.
Ia menyebut penggunaan transaksi digital bahkan ikut mendorong peningkatan omzet hingga 20 sampai 25 persen.
Lombok Kuning Simpati sendiri kini telah menembus ritel modern seperti Alfamart dan Alfamidi di Sulawesi Selatan, merambah Papua dan Jakarta hingga diekspor ke Jepang serta Selandia Baru.
Di balik perkembangan usaha tersebut, Melyana mengaku pendampingan dari BRI sejak tahun 2018 banyak membantu pelaku UMKM memahami pentingnya digitalisasi usaha.
“Kami dapat pelatihan digital marketing, pengelolaan keuangan sampai pengembangan kemasan produk,” ujarnya. (Amin Rais)

