RAKYATSATU.COM, MAKASSAR - Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Kamis, 7 Mei 2026.
Pertemuan tersebut digelar untuk memperkuat sinergi kebijakan antara TPID Provinsi Sulawesi Selatan dan TPID kabupaten/kota dalam menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi daerah.
Kegiatan dibuka Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi dengan tema “Upaya Stabilisasi Harga Jelang Momen Hari Besar Keagamaan Nasional Iduladha 2026”.
Dalam sambutannya, Fatmawati menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Iduladha.
“Pengendalian inflasi membutuhkan kerja sama seluruh kabupaten dan kota agar pasokan dan distribusi pangan tetap terjaga,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh TPID di Sulawesi Selatan memperkuat koordinasi lintas sektor, melakukan pemantauan harga secara berkala, dan menyiapkan langkah intervensi apabila terjadi gejolak harga.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda menyampaikan bahwa Sulawesi Selatan pada April 2026 mengalami deflasi sebesar 0,03 persen secara bulanan. Angka tersebut lebih rendah dibanding Maret 2026 yang tercatat 0,59 persen.
Secara tahunan, inflasi Sulawesi Selatan tercatat sebesar 2,50 persen, sedangkan inflasi tahun kalender mencapai 1,17 persen.
Dalam pemaparan rapat tersebut, Kota Palopo tercatat mengalami inflasi tertinggi sebesar 0,47 persen, sedangkan Kabupaten Wajo mengalami deflasi terdalam sebesar 0,52 persen.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,06 persen secara bulanan. Namun sejumlah komoditas seperti tomat, cabai rawit, ikan layang, ikan bandeng, dan telur ayam ras masih menjadi penyumbang inflasi di beberapa daerah.
Sementara itu, perkembangan harga pangan hingga pekan pertama Mei 2026 menunjukkan kenaikan harga pada cabai merah, gula pasir, daging sapi, dan minyak goreng. Adapun harga telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit mengalami penurunan. Harga beras relatif stabil.
TPID Sulawesi Selatan juga menyoroti penguatan neraca pangan melalui aplikasi SIGAP SULTAN untuk mendukung pengendalian inflasi daerah.
Langkah yang dilakukan antara lain integrasi data harga dan stok pangan, penguatan sistem pelaporan stok, serta penambahan fitur Early Warning System.
Selain itu, pemerintah kabupaten dan kota didorong menyusun peta jalan pengendalian inflasi 2025–2027 dan menyampaikan laporan triwulanan TPID secara tepat waktu.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menyatakan Pemerintah Kabupaten Bone siap mendukung langkah pengendalian inflasi melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan pemantauan harga bahan pokok.
“Pemerintah Kabupaten Bone terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, khususnya menjelang Hari Raya Iduladha,” ujarnya. [Ikhlas/Sugi]
