RAKYATSATU.COM, BONE — Keluarga Besar Kerukunan Keluarga Wija Arumpone (KKWA) kembali memperingati Haul ke-59 Andi Mappanyukki atau Sultan Ibrahim Arumpone ke-32 dan ke-34, Pahlawan Nasional asal Sulawesi Selatan. Peringatan tersebut menandai wafatnya tokoh besar Bone pada 18 April 1967–18 April 2026/1447 Hijriah.
Kegiatan berlangsung khidmat dalam suasana kekeluargaan di Kompleks Saoraja Andi Mappanyukki, Museum Lapawawoi, Jalan MH Thamrin, Kota Watampone, Sabtu (4/4/2026).
Haul tersebut dihadiri Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, Dewan Pengurus Pusat KKWA yang dipimpin Ketua Umum Andi Bau Zaldi Datu Appo Mappanyukki, Mayjen (Purn) TNI AD Andi Muhammad Bau Sawe Mappanyukki selaku cucu Andi Mappanyukki, Forkopimda Bone, Ketua Dewan Adat Bone Andi Youshan La Tenri Tappu, serta keluarga besar KKWA.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Muhammad Bau Sawe Mappanyukki menyampaikan sejarah singkat dan mengenang jasa Andi Mappanyukki sebagai tokoh pejuang yang turut menggagas kemerdekaan Republik Indonesia di masanya.
Menurutnya, Andi Mappanyukki dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi kejujuran (malempu), tegas (magetteng) dalam mengambil keputusan, tidak mengorbankan anak buahnya, berani mempertaruhkan harga diri, serta memiliki kecerdasan dalam kepemimpinan.
“Olehnya itu saya mengajak kita semua mengikuti jejak Andi Mappanyukki. Mari mempelajari apa yang sudah ditorehkan salah satu anak bangsa yang pernah berjuang dan berjaya di masanya,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyampaikan bahwa momen haul tersebut sangat tepat untuk mengenang sosok Andi Mappanyukki sebagai tokoh pejuang sekaligus bangsawan tertinggi di Sulawesi Selatan.
“Andi Mappanyukki adalah tokoh perjuangan rakyat Sulawesi Selatan dalam melawan penjajahan. Beliau patut menjadi panutan hidup dan sebagai Pahlawan Nasional yang tidak pernah gentar menghadapi penjajah Belanda maupun Jepang,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan sebagai agenda rutin dalam rangka menjaga nilai sejarah dan menghormati jasa para leluhur.
“Saya berharap kegiatan ini tetap dipertahankan. Ini adalah amanah memelihara leluhur. Sebagai keluarga besar Andi Mappanyukki, saya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya haul ini. Kami sangat bangga,” ujarnya.
Di sela kegiatan, kelompok Muslimat NU binaan Hj Andi Syamsiar Halid melantunkan salawat Nabi, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama keluarga besar KKWA. (Ikhlas/Sugi)