Iklan

Iklan

Setahun Chaidir–Muetazim di Maros: Deret Capaian di Tengah Tekanan Anggaran

22 Februari 2026, 4:41 PM WIB Last Updated 2026-02-22T08:41:23Z


RAKYATSATU.COM, MAROS - Setahun setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Jakarta, Bupati Maros Chaidir Syam dan Wakil Bupati Muetazim Mansyur memaparkan capaian kinerja mereka sepanjang 2025. Refleksi itu digelar di Gedung Serbaguna Kabupaten Maros, Jumat, 20 Februari 2026.


Keduanya tampil kompak mengenakan pakaian putih dengan peci hitam. Di hadapan jajaran organisasi perangkat daerah, camat, kepala desa, dan aparatur sipil negara, Chaidir menyampaikan apresiasi atas dukungan selama satu tahun masa kepemimpinan.


“Tahun 2025 bukan perjalanan yang mudah,” kata Chaidir. Ia menyebut keterbatasan fiskal akibat pengetatan dana transfer pusat menjadi tantangan utama. Namun, menurut dia, pemerintah daerah tetap berupaya menuntaskan program prioritas.


Mengusung semangat “Maros Sejuk”, Chaidir mengklaim dirinya bersama wakil bupati memilih turun langsung ke lapangan, memantau infrastruktur rusak, penataan sungai, hingga merespons aspirasi warga yang disampaikan melalui media sosial.


Sejumlah capaian turut dipaparkan. Pemerintah Kabupaten Maros kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-13 kalinya. Selain itu, Maros disebut mendapat pengakuan sebagai kabupaten maju dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta apresiasi kualitas kebijakan unggul dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.


Di sektor kesehatan, angka stunting diklaim turun dari 32,40 persen pada 2024 menjadi 22,40 persen pada 2025. Pemerintah daerah juga membangun RS Camba dan RS dr. La-Palalloi.


Pada sektor infrastruktur, sejumlah proyek diresmikan, antara lain Jembatan Minasa Upa Bontoa dan Jembatan Arra-Damma di Tompobulu dengan nilai sekitar Rp3,5 miliar. Pembangunan jalan beton dilakukan di beberapa wilayah pelosok, termasuk poros Tompobalang–Bonto Matinggi, Damma–Bontosomba, hingga Tanete Bulu perbatasan Gowa, dengan total anggaran sekitar Rp28 miliar.


Di bidang pendidikan, sebanyak 68 unit bangunan sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP dibangun dan direhabilitasi dengan nilai sekitar Rp23 miliar. Bantuan seragam sekolah untuk siswa SD dan SMP disalurkan dengan anggaran Rp3,92 miliar.


Penguatan layanan kesehatan juga dilakukan melalui pengadaan enam ambulans puskesmas, tiga ambulans untuk RSUD Camba, serta dua unit mobil PSC 119—terdiri atas satu mobil jenazah dan satu ambulans—dengan total anggaran Rp6 miliar. Pemerintah daerah juga menyerahkan 47 unit sepeda motor kepada perawat dan bidan desa sebagai tahap awal program penempatan satu tenaga kesehatan di setiap desa dan kelurahan, senilai Rp1,125 miliar.


Pada sektor pertanian, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) disalurkan, meliputi 99 unit traktor roda dua, 101 unit traktor roda empat, 36 unit pompa air, 18 unit combine harvester, dan empat unit power thresher.


Chaidir juga menegaskan dukungan terhadap program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden. Pemerintah Kabupaten Maros memfasilitasi pembangunan 40 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditargetkan melayani sekitar 97 ribu penerima manfaat di Maros.


Selain itu, kepengurusan Koperasi Merah Putih telah terbentuk di 103 desa dan kelurahan, dengan 31 unit fasilitas yang telah dibangun. Untuk program Sekolah Rakyat, pemerintah daerah menyiapkan tiga titik lokasi sambil menunggu persetujuan pemerintah pusat.


“Rangkuman perjalanan satu tahun ini bukan untuk berbangga diri, melainkan sebagai bentuk laporan dan tanggung jawab kepada masyarakat sebagai pemilik sejati Butta Salewangang,” kata Chaidir. (Ikhlas/Arul)

Komentar

Tampilkan

  • Setahun Chaidir–Muetazim di Maros: Deret Capaian di Tengah Tekanan Anggaran
  • 0

Terkini

Iklan