Muhammad Hafiel Hamal
RAKYATSATU.COM, MAKASSAR - Puluhan calon jamaah umroh asal Makassar gagal berangkat pada Februari 2025 setelah tiket yang telah dipesan tidak pernah diterbitkan. Pemilik biro perjalanan umroh mengaku mengalami kerugian sekitar Rp700 juta dalam kasus tersebut.
Korban menuturkan, telah memesan 80 kursi penerbangan umroh kepada seorang pria bernama Muhammad Hafiel Hamal, warga Makassar. Pemesanan dilakukan untuk dua maskapai, yakni AirAsia dan Saudi Airlines, dengan jadwal keberangkatan pada Februari 2025.
"Pemesanan dimulai sejak akhir Januari 2025. Kami membayar uang muka per kursi, lalu melunasi seluruh pembayaran hingga totalnya lebih dari Rp700 juta sekitar dua pekan sebelum keberangkatan," ujar korban, Rabu, 17 Juni 2026.
Menurut korban, hingga dua pekan sebelum jadwal keberangkatan, tiket yang dijanjikan tidak kunjung diterbitkan. Ia mengaku berkali-kali meminta Passenger Name Record (PNR) sebagai bukti pemesanan tiket, namun tidak pernah diberikan.
"Setiap kali kami meminta PNR, selalu ada alasan. Sampai mendekati keberangkatan, kami tidak pernah mendapat kepastian," katanya.
Agar para jamaah tetap bisa berangkat sesuai jadwal, biro perjalanan itu akhirnya mencari tiket pengganti. Langkah tersebut membuat mereka harus mengeluarkan biaya tambahan di luar pembayaran yang sebelumnya telah disetor.
Korban kini berupaya mencari keberadaan Muhammad Hefil Hamal untuk meminta pertanggungjawaban atas dugaan kerugian tersebut.
Hingga berita ini ditulis, Muhammad Hafiel Hamal belum memberikan keterangan. Keberadaannya juga belum diketahui. (Ikhlas/amd)