• Copyright © RAKYATSATU
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Ini Alasan Danyon Brimob Bone Sebarkan Maklumat Kapolri Lewat Speaker Masjid dan Stasiun Radio

    28 Maret, 2020, Maret 28, 2020 WIB
    masukkan script iklan disini

    RAKYATSATU.COM, BONE
    - Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, personel Batalyon C Pelopor Brimob Bone kembali menyebarkan Maklumat Kapolri. 



    Penyebaran kali ini melalui masjid-masjid dengan berkoordinasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk pemutaran rekaman suara isi Maklumat Kapolri lewat speaker dan toa masjid serta stasiun Radio Suara Bone Beradat (SBB), selain melakukan sosialisasi setiap hari lewat patroli personel Yon C Pelopor Brimob Bone.



    Seperti pada hari ini, Sabtu (28/03/2020), dalam rangka menyebarluaskan informasi tentang isi Maklumat Kapolri, Danyon C Pelopor Brimob Bone Kompol Nur Ichsan, melakukan siaran langsung (live) di radio SBB, Jl Ahmad Yani Watampone.



    Danyon C Pelopor Kompol Nur Ichsan, S.Sos saat ditemui mengatakan, sesuai perintah pimpinan serta mempertimbangkan situasi Nasional terkait penyebaran virus Corona yang begitu cepat maka perlunya dilaksanakan sosialisasi Maklumat Kapolri ini.



    "Penyiaran melalui Masjid dan Radio dinilai efektif karena dapat menjangkau langsung seluruh lapisan masyarakat," ujar Kompol Ichsan.



    Kompol Nur Ichsan yang populer dengan sebutan Danyon Tindizzz ini, menjelaskan, Maklumat Kapolri berisi enam poin, yakni penundaan kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak orang seperti pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan. 



    Kemudian kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazaar, pasar malam, pameran dan resepsi keluarga.



    Selain itu kegiatan olah raga, kesenian, jasa hiburan, unjuk rasa, pawai dan karnaval serta kegiatan lainnya yang menjadikan berkumpulnya banyak orang.



    Masyarakat juga dihimbau untuk tetap tenang dan tidak panik namun tetap waspada serta selalu mengikuti informasi dan himbauan resmi dari pemerintah. tidak menimbun/melakukan pembelian sembako secara berlebihan dan tidak menyebarkan berita bohong atau Hoax. 



    "Tidak terpengaruh serta menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya yang dapat menimbulkan keresahan bagi masyarakat serta apabila ada informasi yang tidak jelas dapat menghubungi aparat Kepolisian," pungkas Kompol Nur Ichsan


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini