Iklan

Iklan

Absen Buka Puasa Bersama Bupati, Camat Sibulue Pilih Dampingi 18 Balita ke RS

02 Maret 2026, 7:31 PM WIB Last Updated 2026-03-02T11:34:47Z

Ket. Gambar: Camat, Ketua TP PKK dan Kapus Sibulue saat menemani dan mendampingi ibu dan balitanya yang stunting dan gizi kurang



RAKYATSATU.COMBONE – Undangan buka puasa bersama Bupati dan Wakil Bupati Bone di rumah jabatan, Senin, 2 Maret 2026, tak dihadiri Camat Sibulue Sainal Abidin. Ia memilih mendampingi 18 balita yang terindikasi stunting dan gizi kurang ke RS Datu Pancaitana Bone.


Sore itu, Sainal bersama Ketua TP PKK Kecamatan Sibulue Hasnawati Sainal Abidin dan Kepala Puskesmas Sibulue Andi Tenripada Andi Akbar, mendampingi 17 ibu rumah tangga dan anak-anak mereka. Para balita tersebut sebelumnya terdata melalui aplikasi pemantauan kesehatan dan dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis anak.


Rombongan berangkat menggunakan ambulans Puskesmas Sibulue dan mobil layanan kesehatan Desa Pakkasalo. 


Mereka berasal dari tiga desa: Pakkasalo, Pattiro Sompe, dan Manajeng. Perjalanan pulang-pergi membuat sebagian ibu dan anak harus berbuka puasa seadanya di dalam kendaraan.


Di rumah sakit yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang itu, para balita menjalani pemeriksaan tinggi dan berat badan serta mendapatkan edukasi gizi. Vitamin dan susu tambahan diberikan secara cuma-cuma.


Sainal terlihat duduk melantai bersama para ibu di ruang tunggu. Ia mengatakan kehadirannya merupakan bentuk pelayanan sekaligus menjalankan arahan pimpinan daerah.


“Buka puasa bersama bapak Bupati dan Wakil Bupati memang penting, tetapi mendampingi warga lebih mendesak, apalagi ini terkait stunting dan gizi kurang,” ujar Sainal.


Ia mengaku telah melaporkan ketidakhadirannya kepada Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin. Menurut dia, keduanya menitipkan salam kepada para ibu dan balita yang menjalani pemeriksaan.


Dokter spesialis anak, dr. Andi Fadly, mengatakan sebagian besar balita hanya memerlukan perhatian pada berat dan tinggi badan. “Rata-rata masih perlu atensi pada berat dan tinggi badan. Jika dipantau dan intervensi gizinya konsisten, dalam satu bulan bisa kembali normal,” ujarnya.


Pemerintah Kecamatan Sibulue menyatakan akan terus memantau perkembangan anak-anak tersebut melalui Puskesmas dan kader posyandu di desa masing-masing. Upaya itu menjadi bagian dari target penurunan stunting di Kabupaten Bone tahun ini. (Ikhlas/Rasul)

Komentar

Tampilkan

  • Absen Buka Puasa Bersama Bupati, Camat Sibulue Pilih Dampingi 18 Balita ke RS
  • 0

Terkini

Iklan