Iklan

Iklan

Peringatan HPN ke-74 di Bone, Kajari: Pekerjaan Wartawan Tak Bisa Tergantikan Teknologi

14/02/20, 14:05 WIB Last Updated 2020-02-14T06:05:40Z
RAKYATSATU.COM, BONE - Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-74 tahun 2020 telah dilaksanakan yang dipusatkan di Kalimantan Selatan, 9 Februari 2020. Namun tidak berarti provinsi dan kabupaten/kota di luar Provinsi Kalimantan Selatan tidak melaksanakan HPN ke-74 tahun 2020 ini.

Di Kabupaten Bone misalnya, para wartawan memperingati HPN ke-74 tahun 2020 ini dengan caranya tersendiri, seperti menggelar dialog dan melakukan aksi damai sambil menyalakan lilin sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama profesi yang ditahan Polda Sulsel.

Khusus untuk kegiatan dialog yang diprakarsai oleh Komunitas Pemberdayaan Bone bekerjasama dengan Radio SBB tersebut, dikemas dalam bentuk Coffee Break di D' Simple, Jl Ahmad Yani Watampone, beberapa hari lalu.

Acara yang menghadirkan empat pembicara, Zainal Abidin (PWI), Budiman (WIB), Awal (Akademisi) dan Wawan (Pemedsos), dikemas dalam suasana santai dengan mengusung tema "Pers Ditengah Serbuan Medsos".

Acara yang dipandu oleh salah seorang wartawan senior di Bumi Arung Palakka, Bakhtiar Parenrengi (Metro TV), menghasilkan sejumlah harapan bagi wartawan di Kabupaten Bone.

Seperti salah seorang pembicara, Budiman, yang mengharapkan agar wartawan itu harus cerdas (cerdas intelektual, spiritual dan emosional), khususnya dalam mengolah issu, dengan alasan lewat sajian berita yang baik, tentu akan menarik untuk dibaca karena yang disodorkan berita berkualitas.

Hal senada juga ditegaskan oleh Zainal Abidin dan Wawan. Wartawan memang tak boleh stagnan. Dia harus bergolak dan menyajikan sajian yang menarik agar tidak ditinggalkan oleh pembaca.

Satu yang utama pula bahwa wartawan harus menghormati profesinya. Wartawan juga tentu harus melek medsos. Tak boleh menapikannya dan harus cerdas serta bijaksana memainkan medsos tersebut.

Wawan juga menekankan bahwa kita harus berada koridor, kode etik jurnalistik serta memahami bahwa, pers adalah sebuah perusahaan yang tentu punya pertimbangan ekonomi.

Sedangkan Awal, anak muda bergelar Doktor yang penuh inovasi ini, menyodorkan sebuah aplikasi yang bisa melayani pelaku media untuk mengakses. Adapun aplikasi yang disodorkan Awal adalah Aplikasi Dikawal Bone. Aplikasi yang menyodorkan berbagai menu yang membuat kita manja.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari ) Kabupaten Bone, Dr Eri Satriana, mengatakan, saat telah terdistorsi sekitar 75 persen pekerjaan manusia tergantikan oleh teknologi. Namun ia yakin dan percaya bahwa pekerjaan jurnalis tidak akan tergantikan dengan teknologi. Olehnya itu, ia mengharapkan literasi penulisan wartawan harus berimbang.

"Saya butuh informasi dan literasi dari teman-teman wartawan dalam membantu kinerja saya. Hampir 20 tahun saya bergaul dengan wartawan. Semoga wartawan, khususnya di Bone makin dewasa dan makin cerdas," harap Dr Eri Satriana.

Acara yang dibuka Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bone ini dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Andi Izman M Padjalangi, anggota DPRD Bone Andi Baso Akhiruddin, Kajari Bone DR Eri Satriana,  Kalaksa BPBD Bone Dray Fibrianto dan berbagai wartawan serta LSM.

Acara ini tambah menarik dengan adanya suprise dari Ketua DPRD Kabupaten Bone Irwandi Burhan di saat cara tersebut sementara berlangsung.

Para peserta dikejutkan dengan dua gadis cantik memasuki ruangan acara membawa kue ucapan Hari Pers Nasional dari Irwandi Burhan. Kejutan lainnya adalah hadia voucer karaoke dan makan dari Heroes dan D'Simple.  (Rasul)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Peringatan HPN ke-74 di Bone, Kajari: Pekerjaan Wartawan Tak Bisa Tergantikan Teknologi

Terkini

Iklan