ads

15 October, 2019

Meski Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik Namun Ibu Peserta BPJS Kesehatan Mandiri Ini Tak Pernah Kuatir

Meski Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik Namun Ibu Peserta BPJS Kesehatan Mandiri Ini Tak Pernah Kuatir
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE– Muliani (26) adalah seorang Kader JKN yang telah bergabung di wilayah BPJS Kesehatan Kantor Cabang Watampone sejak tahun 2017. Selain menjadi Kader JKN, Muliani juga bekerja pada Puskesmas Sewo Kabupaten Soppeng sebagai tenaga sukarela.

“Kebetulan basic saya di bidang kesehatan jadi saya juga ingin menambah wawasan tentang kesehatan utamanya program pemerintah  agar dapat memudahkan saya untuk mengedukasi peserta BPJS Kesehatan. Baik di puskesmas maupun  masyarakat sekitar saya, “ tutur Muliani membuka perbincangan.

"Saya mengunjungi peserta binaan setelah saya menyelesaikan pekerjaan di puskesmas. Untuk memudahkan saya menemukan rumah peserta terlebih dahulu saya mengunjungi aparat desa setempat atau mendatangi kantor kelurahan. Banyak cerita suka duka yang dialaminya tentu saja," tuturnya lagi, melalui Humas BPJS Kesehatan Bone, Ndari, Selasa (15/10/2019).

“Saat saya mengunjungi peserta binaan, hal yang biasa saya lakukan adalah menanyakan tentang keluhannya, kemudian saya mendiskusikan jalan keluar untuk menyelesaikan masalahnya,” lanjut Muliani memaparkan kesehariannya sebagai seorang Kader JKN.

Muliani menceritakan kisah salah satu peserta binaannya, Ibu Kasmiati, peserta dari segmen PBPU (Mandiri). Saat pertama dirinya bertemu Kasmiati, ketika itu pada awalnya Kasmiati menceritakan perihal sakitnya dimana saat itu divonis kanker payudara dan hal tersebut membuat Kasmiati sangat khawatir mengenai pembayaran yang akan dibayar untuk pengobatannya.

Namun setelah diberi edukasi tentang program JKN-KIS, beliau akhirnya mau mendaftar menjadi peserta program JKN-KIS dan memberanikan diri untuk dioperasi serta dilanjutkan kemo terapi. Peserta tersebut sangat senang karena biaya pengobatannya ditanggung oleh BPJS Kesehatan dan sampai sekarang Kasmiati rajin membayar iuran tiap bulannya.

“Saya tidak keberatan karena menurut saya program BPJS Kesehatan ini merupakan investasi kesehatan jangka panjang,  apalah arti sebuah Rupiah dibanding kesehatan, saat ini saya masih rawat jalan dan Alhamdulillah sekarang sudah bisa beraktifitas seperti dulu lagi,” demikian pengakuan Kasmiati kepada Tim Jamkesnews terkait pendapatnya mengenai akan adanya rencana penyesuaian iuran bagi peserta JKN-KIS.

“Harapan saya program pemerintah utamanya BPJS Kesehatan dapat berjalan selamanya, agar masyarakat sadar akan pentingnya kesehatan tanpa harus takut akan biaya yang harus dikeluarkan,” pesan Muliani menutup perbincangan.  (Rasul)
Don't Miss

News Feed