ads

17 October, 2019

Kepala Kantor Kemenag Bone Jamin Bone Tidak Akan Ada Perpecahan Agama

Kepala Kantor Kemenag Bone Jamin Bone Tidak Akan Ada Perpecahan Agama
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bone, Dr H Wahyudin Hakim, M.Hum, menjamin dan meyakini kalau di Kabupaten Bone tidak akan terjadi perpercahan/pergesekan antar umat beragama terlebih pergesekan agama.

Hal itu diungkapkan saat Dr H Wahyudin Hakim membuka diskusi yang dilaksanakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bone, di hotel Novena, Jl Ahmad Yani Watampone, Kamis (17/10/2019).

Diskusi yang dibuka Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bone tersebut bertema "Merekatkan Perbedaan dengan Kerukunan Mencerminkan Simfoni Jaga Kebersamaan Umat,".

Dr H Wahyudin, dalam sambutannya mengatakan, Kabupaten Bone merupakan salah satu daerah terluas di Provinsi Sulawesi Selatan dan penduduknya menganut berbagai macam agama, walaupun mayoritas beragama Islam, namun akan sangat susah terjadi perpercahan bahkan tidak akan ada perpercahan agama. Pasalnya, Kabupaten Bone mengedepankan kearifan lokal.

"Saya pertanya ditanya dengan Danrem 141/Tp, Dandim 1407/Bone dan Kapolres Bone, bahwa apakah di Kabupaten Bone akan ada kemungkinan terjadi gesekan atau konflik antar umat beragama. Saya jawab, di Kabupaten Bone tidak akan ada perpercahan karena Bone mengedepankan kearifan lokal, namun bukan berarti kita tidak perlu waspada," ujar Dr H Wahyudin.

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Bone, Profesor Dr H Syarifuddin Latif, mengatakan, keberadaan FKUB telah lama di Kabupaten Bone. Awal terbentuknya bernama Forum Komunikasi Umat Beragama lalu berganti menjadi Forum Kerukunan Umat Beragama.

FKUB Kabupaten Bone dibentuk berdasarkan pembangunan, dan pemeliharaan dan pemberdayaan umat untuk terwujudnya kerukunan dan kesejahteraan. Adapun tugasnya yakni melakukan dialog-dialog keagamaan, melakukan sosialisasi perundang undangan dan kebijakan di bidang keagamaan, melakukan pemberdayaan masyarakat, melakukan pembinaan dan pengawasan, pemberian rekomendasi tertulis untuk pembangunan mesjid.

"Sebenarnya sebelum pelaksanaan pembangunan mesjid terlebih dahulu harus ada izin dari pemerintah kabupaten, Kemenag dan FKUB, tetapi ini yang tidak jalan di Kabupaten Bone," ujarnya.

Sedangkan Sekretaris FKUB Kabupaten Bone yang juga bertindak sebagai pemateri pada kegiatan tersebut, Andi Haikal, dalam materinya membawakan peranan pemerintah saerah dalam membina, menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama di Kabupaten Bone.  (Rasul)

Don't Miss

News Feed