ads

15 February, 2019

Granat meledak tewaskan Bocah 11 Tahun

Granat meledak tewaskan Bocah 11 Tahun
banner 336x280

ilustrasi

RAKYATSATU.COM -Peristiwa tak terduga kembali terjadi dan menghebohkan masyarakat. Kali ini tentang seorang anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) yang tewas usai terkena ledakan granat.


Peristiwa mengerikan itu terjadi di Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor pada Kamis (14/2/2019) siang sekitar pukul 14:00 WIB. 


Korban meninggal yakni M. Ibnu Mubarok, yang berusia 11 tahun harus meregang nyawa setelah terkena serpihan granat 


Selain Ibnu ada pula dua orang temannya yakni Doni (11) dan Sahrul (11) yang juga menjadi korban. Namun beruntung, nyawa Doni dan Sahrul masih bisa terselamatkan. Tetapi, kini kedua bocah tersebut harus menjalani perawatan intensif karena menderita luka yang cukup serius akibat serpihan granat.



Akibat ledakan granat tersebut Ibnu menderita luka yang cukup parah di kepala dan tangannya. 


Peristiwa tersebut terjadi saat korban temukan kaleng susu yang berisi granat aktif bersama  teman-temannya bermain di Kampung Padati Mondok RT 04/09 Desa Ciaruteun Ilir Kecamatan Cibungbulang, tepatnya di dekat lapangan tembak berjarak lk 300 M. 


Ibnu yang  menemukan sebuah kaleng susu yang ternyata berisi granat aktif di dekat rumahnya. Ibnu pun kemudian membawa benda yang ia dapatkan itu ke rumahnya. 


“Mereka sedang bermain ke lapangan tembak untuk mencari bambu kerisik buat mainan dan menemukan sebuah benda yang diduga granat,” kata Kaur Pemerintahan Desa Ciaruteun Ilir, Samsudin di laman planet.merdeka.com


Granat aktif itu ternyata juga sempat disimpan oleh ibu korban di rumah. Selanjutnya pada hari Selasa 12 Februari 2019, kaleng susu yang diduga berisi granat tersebut dibuang oleh ibu korban, Siti Nurhasanah ke halaman di sekitar kebun dekat rumah mereka. 


Dan kemudian pada hari Kamis, 14 Februari 2019, korban mengambil kembali kaleng susu tersebut yang sempat dibuang oleh ibunya. Kemudian Ibnu bermain dengan 2 orang temannya yakni Doni dan Sahrul yang juga menjadi korban dalam insiden tersebut. 




Korban pun kemudian memainkan kaleng susu tersebut dengan cara dipukul-pukul menggunakan batu oleh Ibnu. Dan secara tiba-tiba kaleng berisi granat tersebut meledak dan mengenai korban. Sehingga Ibnu pun meninggal di lokasi kejadian. 


Akibat ledakan granat itu, kepala korban hancur dan tangan sebelah kanan putus. Dua rekan korban juga mengalami luka berat pada bagian kaki dan tangannya. Setelah kejadian tersebut, ketiga korban pun langsung dibawa ke RSUD Leuwiliang untuk mendapatkan pertolongan. 



Ledakan yang diduga granat tersebut berjarak radius 7 meter. Pasalnya serpihannya bukan hanya mengenai 3 korban tersebut melainkan juga dinding rumah warga sekitar.


Samsudin yang berada di kantor desa pun mengaku sempat mendengar ledakan granat tersebut. Padahal menurut Samsudin jarak antara lokasi granat meledak dengan kantor desa hampir satu kilometer.


“Lokasi lapangan tembak berdekatan dengan pemukiman warga. Hanya berbatasan dengan jalan raya saja,”kata pria yang masih saudara dengan korban meninggal dunia. (**)



Don't Miss

News Feed