ads

22 January, 2019

Wujudkan Pendidikan Berkualitas Semua Anak, Pemkab Bone Selenggarakan Pendidikan Inklusif

Wujudkan Pendidikan Berkualitas Semua Anak, Pemkab Bone Selenggarakan Pendidikan Inklusif
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE - Guna mewujudkan pendidikan berkualitas bagi semua anak dan mewujudkan Visi Misi Bupati Bone, "Masyarakat Bone yang Mandiri, Berdaya Saing dan Sejahtera", Pemkab Bone melakukan kerjasama dengan UNICEF melalui penyelenggaraan pendidikan yang inklusif.

Hal itu terlihat pada pertemuan dan komitmen Pemkab Bone dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi bersama Advokasi Pendidikan Inklusi di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Bone, Senin (21/01/2019) kemarin.

Pada pertemuan tersebut, Pemkab Bone diwakili Kepala Bappeda Kabupaten Bone, Dr H Abu Bakar, sekaligus membuka kegiatan pertemuan yang terselenggara atas komitmen Helen Killer International (HKI) dan UNICEF itu.

"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan pendidikan di Kabupaten Bone, khususnya pendidikan inklusif guna mewujudkan Visi Misi Bupati Bone," ujar Dr H Abu Bakar, pada Rakyatsatu.com, Selasa (22/01/2019).

Sementara itu, perwakilan dari UNICEF (Program Officer UNICEF Jakarta), Annisa Elok Budiyani, bersama dengan perwakilan HKI, Nunu Nurdyana, mengatakan, kegiatan ini terselenggara atas komitmen HKI dan UNICEF untuk mendampingi Kabupaten Bone dalam mewujudkan pendidikan berkualitas untuk semua anak, melalui penyelenggaraan pendidikan yang inklusif.

"Kegiatan ini terselenggara atas komitmen HKI dan UNICEF untuk mendampingi Kabupaten Bone, mewujudkan pendidikan berkualitas untuk semua anak, melalui penyelenggaraan pendidikan yang inklusif," tegas Annisa Elok Budiyani.

Pada kegiatan itu, menghadirkan Dr Fransiskus Adi Prasetyo, dari Universitas Negeri Jember, sebagai narasumber.

Sementara itu, secara terpisah, Konsultan Inklusi UNICEF Makassar, Sita, kepada Rakyatsatu.com, mengatakan, Helen keller international HKI adalah lembaga international yang menjadi mitra UNICEF untuk penyelenggaraan pendidikan inklusi di Kabupaten Bone.

Ia menjelaskan, Pendidikan Inklusif adalah sistem layanan pendidikan yang mengatur agar difabel dapat dilayani di sekolah terdekat, di kelas reguler bersama-sama teman seusianya. Tanpa harus dikhususkan kelasnya, siswa dapat belajar bersama dengan aksesibilitas yang mendukung untuk semua siswa tanpa terkecuali difabel.

"Adapun hasil yang diinginkan pada kegiatan tersebut, diharapkan para stakeholder memperoleh mengenai konsep pendidikan inklusif dan memiliki pemahaman yang sama mengenai strategi dan kebijakan untuk mengembangkan pendidikan inklusif di Kabupaten Bone," jelasnya.  (Rasul)

Don't Miss

News Feed