Puluhan Tahun Tinggal di Pusat Kota Makale, Pasutri Lansia ini Bahkan Tak Miliki Jamban dan Listrik

Puluhan Tahun Tinggal di Pusat Kota Makale, Pasutri Lansia ini Bahkan Tak Miliki Jamban dan Listrik

RAKYATSATU.COM, TANA TORAJA - Kehidupan pasutri lansia di To'Kaluku, Kecamatan Makale, Tana Toraja ini, bertahan hidup dengan kerasnya kehidupan.


Dg Tinri dan istrinya nenek Kebo, bersama kedua cucunya Raja dan Halimah, terpaksa tinggal di gubuk reot yang sangat jauh dari kata layak.


Keluarga yang diketahui berasal dari Kabupaten Takalar yang datang merantau ke Toraja, terus berupaya  bertahan hidup meski hidup dibawah garis kemiskinan.


Hidup di gubuk reyot selama 10 tahun yang merupakan bekas kandang kambing masyarakat sekitar, tanpa jamban dan aliran listrik harus ia jalani bersama istri dan cucunya.


"Kami tak punya jamban, jadi saya buat lubang seadanya saja untuk dipakai buang air besar," kata kakek Tinri.


Selain itu, karena tidak teraliri air bersih, untuk mandi dan cuci piring, mereka memanfaatkan air hujan yang jatuh dari atap dan menadahnya dengan deretan baskom.


"Kalau mandi dan cuci piring, pakai air hujan. Untuk masak, cucu saya minta air seadanya di rumah tetangga," ungkap nenek Kebo. 


Ironisnya, letak gubuk reot mereka yang berada di pusat kota Makale, satu Kecamatan dengan  Bupati dan Wakil Bupati  Tana Toraja justru luput dari perhatian pemerintah setempat. 


Jaminan untuk masyarakat miskin seperti beras rastra dan kartu miskin serta kepesertaan Peserta Keluarga Harapan (PKH), tidak mereka dapatkan meski mereka berdomisili di kabupaten Tana Toraja.


Kakek Tinri harus berjuang untuk mencukupi kebutuhan mereka dengan nengayuh becak yang merupakan menjadi pekerjaan sehari-hari kakek Tinri. selama sakit, tetangganya lah bergantian memberi bantuan seadanya untuk keperluan sehari-hari.


" Dapat 10 ribu/ hari dengan menarik becak saya sudah senang, Namun karena usia dan sakit, saya tidak dapat lagi menarik becak,"katanya 


Selama sakit, Cucu Kakek Tenri, Raja dan Halimah  berupaya membantu keluarganya dengan membantu cuci piring di warung solo

" Raja dan Halimah membantu keluarga dengan cara  mambantu cuci piring  di warung Solo, bahkan Raja terkadang  menjadi buruh di pasar makale," ujar Tenri (Kris)






loading...
close
Rakyatsatu