Pemkab Bone Perkenalkan Bhinneka Tunggal Ika Pada Anak Usia Dini Lewat Karnaval

Pemkab Bone Perkenalkan Bhinneka Tunggal Ika Pada Anak Usia Dini Lewat Karnaval
RAKYATSATU.COM, BONE - Salah satu upaya menjaga kelestarian budaya dan mempererat persatuan bangsa di kalangan anak usia dini adalah memperkenalkan keanekaragaman budaya dan suku bangsa di Indonesia melalui karnaval.

Seperti yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bone melalui pawai karnaval Bhinneka Tunggal Ika di kalangan anak-anak dan pelajar, mulai Taman Kanak-kanak hingga pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sabtu (11/08).

Penjabat (Pj) Bupati Bone, Ir H Andi Bakti Haruni, C.E.S sebelum melepas pawai karnaval Bhinneka Tunggal Ika di Lapangan Merdeka Watampone, mengatakan, pawai karnaval dengan mengusung tema Kebhinnekaan Tunggal Ika tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam merayakan dan memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-73.

Ia menjelaskan, disamping untuk memperingati dan merayakan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-73, kegiatan pawai karnaval Bhinneka Tunggal Ika ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan persatuan generasi muda khususnya pada anak usia dini.

Secara tidak langsung, para peserta karnaval yang kebanyakan murid TK dan SD tersebut akan bertanya-tanya tentang pakaian adat yang digunakan peserta pawai karnaval, sehingga dengan sendirinya mereka akan mengetahui dan mengenal pakaian adat tersebut dan darimana asalnya, khususnya yang mereka pakai sendiri.

"Dengan demikian, maka anak-anak kita akan mengenal dan mengetahui banyaknya ragam adat dan budaya di Indonesia melalui pakaian adat yang mereka kenakan,"tuturnya.
"Lewat kegiatan ini, kita berharap, para calon penerus pemimpin bangsa tersebut dapat memahami arti Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi Tetap Satu) sehingga tumbuh rasa kebersamaan dan persatuan perekat bangsa,"jelasnya.

Ia pun berharap kepada guru dan orangtua agar menjelaskan pakaian adat yang dikenakan para murid dan anaknya, sehingga pemahaman akan keragaman adat dan budaya yang ada di Bumi Nusantara dapat diketahui dan dipahami para anak-anak.

"Mari kita bersama-sama menumbuhkan semangat kebersamaan dan persatuan dalam ke Bhinnekaan Tunggal Ika sejak dini. Janganlah anak-anak kita dibiarkan berjalan mengikuti pawai karnaval tanpa ada yang dipahami," tambahnya.


Selain pengenalan Bhinneka Tunggal Ika kepada peserta pawai karnaval, itu juga dapat dipahami oleh masyarakat yang sempat menonton acara pawai ini bahwa betapa kayanya Indonesia akan adat dan budaya dari Sabang sampai Merauke. (Rasul)
loading...
close
Rakyatsatu