Begini Pandangan Ketua DPRD Bone dalam Memaknai Hari Raya Kurban

Begini Pandangan Ketua DPRD Bone dalam Memaknai Hari Raya Kurban
RAKYATSATU.COM, BONE - Ketua DPRD Bone, Andi Akbar Yahya memiliki cara tersendiri dalam memaknai hari Raya Idul Adha 1439 H/2018 M atau hari Raya Kurban.

Andi Akbar Yahya yang kembali bertarung di Legislatif Bone 2019 di Daerah Pemilihan (Dapil) 5 : Kecamatan Awangpone, Tellu Siattinge, Cenrana, Dua Boccoe, dan Ajangale, menuturkan penyembelihan hewan kurban dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah setelah shalat Idul Adha, atau tanggal 11, 12 sampai dengan tanggal 13.

"Ketiga hari terakhir ini (11, 12, 13) disebut dengan hari tasyriq yang berarti “hari yang berlimpah dengan daging”," jelas Andi Akbar.

Penyembelihan tidak boleh dilakukan sebelum pelaksanaan shalat Idul Adha. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasululullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menyembelih hewan kurban sebelum shalat maka harus menyembelih hewan lain untuk menggantinya. Dan barang siapa yang belum menyembelih, maka sembelihlah (sesudah shalat) dan sebutlah nama Allah.”

Setelah disembelih, daging hewan langsung diberikan kepada golongan fakir miskin yang mungkin dalam kesehariannya tidak mempunyai kemampuan untuk mengkonsumsi daging, karena di luar jangkauan daya beli mereka.

Bagi Andi Akbar Yahya, menyembelih hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Haji adalah juga untuk menghidupsuburkan salah satu sunnah yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS yang mendapatkan perintah melalui mimpi untuk menyembelih anaknya yang sangat dicintainya, yaitu Nabi Ismail AS, yang karena ketundukkannya kemudian Allah menggantikan dirinya dengan menyembelih seekoor kibasy (domba) yang terus berlanjut sampai akhir zaman.

"Sesungguhnya masih banyak hikmah yang dapat dipetik dari teladan Nabi Ibrahim dan putranya Ismail AS ini. kepada kita yang bentuk syukurnya mewujud dalam prosesi ritual pelaksanaan syariat-Nya," tutur Andi Akbar Yahya, Kamis (23/08).

Selain itu kurban adalah bentuk taqarrub (usaha mendekatkan diri) kepada Allah SWT karena kasih sayang kita pada sesama manusia, terutama pada golongan fakir miskin yang membutuhkannya.

"Mudah-mudahan dengan kegiatan ini hubungan batin dan persaudaraan antara golongan yang berkecukupan dengan golongan yang berkekurangan akan terjalin. Menyayangi sesama manusia pada hakekatnya mengundang rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT dan seluruh makhluk-Nya yang ada di langit," pungkasnya.  (Rasul)
loading...
close
Rakyatsatu