RAKYATSATU.COM, LUWU - Aliansi Gerakan Perjuangan Rakyat (Gempur) Bastem, yang terdiri dari mahasiswa gabungan HAM Bastem, GMKI, IPMR, SRMD dan HAM Lutim Batara Guru, menggelar aksi demo di DPRD Luwu, Kamis (17/11).
Aksi ini dilakukan, terkait tuntutan mereka atas minimnya anggaran pembangunan yang diplot untuk memajukan Kecamatan yang masuk kategori wilayah terpencil di wilayah Kabupaten Luwu.
Jenderal Lapangan Gempur Bastem, Tandiesak Parinding saat memimpin aksi demo menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu untuk menyikapi berbagai pembangunan fisik di wilayah Kecamatan Pegungungan yang sangat di butuhkan masyarakat Basse sangtempe (Bastem).
"Di Bastem, pembangunam infrastruktur jalan masih sangat minim, termasuk sarana Kesehatan dan Pendidikan kondisi ini sangat memprihatinkan," kata Tandiesak Parinding.
Selain itu, aksi tersebut juga menyorot berbagai pekerjaan sarana jalan yang di anggap kurang perhatian pengawasan dari PPK dan Konsultan di poros jalan Bonglo-Beuma.
Sebelum melakukan aksi, Pemerintah Kabupaten Luwu sudah menyerahkan rancangan KUA PPAS Tahun 2017, dimana salah satu rancangan tersebut antusias pemerintah untuk membangun kawasan terpencil seperti Kecamatan Bastem, Bastem Utara, Latimojong dan Walenrang Barat.
"Untuk tahun anggaran 2017, plafon anggaran Prioritas untuk pembangunan peningkatan akses ibu kota kecamatan di wilayah pegunungan Bastem, Bastem Utara, Walenrang Barat dan Latimojong di mana sejumlah poros jalan di empat wilayah pegunungan akan di aspal beton," kata Bupati yang akrab di sapa Cakka ini. (irone)