| Kondisi mobil jenis Ayla milik Kades Pattiro Bajo usai mengalami kecelakaan dengan truk tronton. |
RAKYATSATU.COM, BONE – Kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil Kepala Desa Pattiro Bajo, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Muhammad Akiel, dengan sebuah truk tronton terjadi di depan SPBU Dua Boccoe, Kecamatan Dua Boccoe, Senin malam (21/9/2026) sekitar pukul 22.46 Wita.
Mobil jenis Ayla milik Akiel mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan setelah menabrak tronton yang disebut mengangkut jeriken berisi solar yang diduga BBM bersubsidi.
Muhammad Akiel saat itu bersama Kepala Desa Pattiro Riolo, Kecamatan Sibulue, Ilham Naska. Keduanya melintas di jalan poros Wajo-Bone menuju Kota Bone setelah pulang menyaksikan pertandingan sepak bola Gubernur Sulawesi Selatan Cup 2026 di Kota Parepare. Tronton tersebut disebut berada melintang di tengah badan jalan.
"Saat itu jalanan sepi dan kecepatan saya sekitar 80 kilometer per jam. Tiba-tiba ada tronton yang berhenti di tengah jalan. Saya sempat menginjak rem, tetapi mobil saya tetap menabrak tronton," ujar Muhammad Akiel, Kamis (24/9/2026).
Akiel mengaku tidak sempat menghindari tronton karena kondisi jalan gelap dan kendaraan tersebut berada di tengah badan jalan. Akibat kecelakaan itu, bagian depan mobilnya rusak dan hingga kini masih terparkir di sekitar SPBU.
"Bagaimana saya mau menghindari kalau mobil trontonnya pas di tengah jalan, sementara jalanan sepi dan gelap. Mobil saya hancur di depan dan saat ini masih parkir di depan SPBU. Saya serahkan sepenuhnya ke Polantas Polres Bone dan aparat penegak hukum karena saya tidak memiliki dana untuk memperbaiki," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Pattiro Riolo, Ilham Naska, mengatakan tronton tersebut dinilai sudah tidak layak digunakan untuk melintas di jalan ramai, terlebih di jalan poros provinsi. Dia menyebut kendaraan tersebut sering mengalami mogok dan harus didorong untuk dapat kembali beroperasi.
Pernyataan itu, kata Ilham, diperolehnya dari sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Warga disebut mengetahui kondisi tronton tersebut yang kerap mengalami masalah mesin.
"Sebenarnya mobil tronton itu sudah tidak layak untuk beroperasi di jalan ramai, apalagi di jalan provinsi, sebab selalu macet dan didorong jika mau dihidupkan. Informasi itu saya dapatkan dari warga di lokasi kejadian," jelas Ilham.
Sementara itu, sopir tronton saat dikonfirmasi RAKYATSATU.COM mengakui kendaraan yang dikemudikannya memang kerap mengalami masalah dan mogok. Dia mengatakan tronton tersebut tiba-tiba mati mesin ketika sedang dipindahkan dari area SPBU.
"Saat itu saya mundurkan mobil dari SPBU untuk memperbaiki posisi parkir. Di tengah badan ruas jalan tiba-tiba macet dan mesin mati. Memang sering macet," ujar sopir tronton tersebut sebelum meninggalkan lokasi.
Di lokasi kejadian, Camat Sibulue bersama sejumlah kepala desa dari Kecamatan Sibulue dan kepala desa dari kecamatan lainnya yang melintas sempat berhenti untuk melihat kondisi kecelakaan. Mereka juga menyaksikan sejumlah orang mengangkat jeriken yang disebut berisi cairan dan diduga solar bersubsidi dari sekitar SPBU.
"Bahkan ada orang berkata, angkat cepat itu solarmu yang ada di jeriken sebab nanti ada petugas yang lihat. Kurang lebih begitu yang saya dengar," ujar salah seorang kepala desa dari Kecamatan Sibulue, menirukan perkataan yang didengarnya di lokasi. [Ikhlas /Rasul]