Iklan

Iklan

Permainan Tradisional Hadang dan Majjeka Meriahkan Peringatan HUT RI di Sibulue

02 Agustus 2026, 7:04 PM WIB Last Updated 2026-08-02T11:04:44Z

Permainan Tradisional Hadang dan Majjeka Meriahkan Peringatan HUT RI di Sibulue

RAKYATSATU.COM, BONE 
- Beragam perlombaan mulai mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dan Hari Pramuka ke-65 di Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone. Kegiatan yang telah dibuka Camat Sibulue, Sainal Abidin, sejak 10 Juli 2026 itu diawali dengan turnamen sepak bola antardesa dan kelurahan di Lapangan H. A. Muh. Akiel Arung Salampe, Pattiro, Kelurahan Maroanging.


Usai turnamen sepak bola, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan, mulai dari lomba kebersihan antardesa dan kelurahan, penilaian posyandu, lomba kesenian, hingga lomba domino yang akan dipusatkan di halaman Kantor Camat Sibulue.


Di antara berbagai perlombaan tersebut, ada sejumlah agenda yang paling menyita perhatian masyarakat. Selain karnaval, gerak jalan, dan lomba pidato antarkepala dusun maupun lingkungan yang untuk pertama kalinya digelar di Kecamatan Sibulue, panitia juga menghadirkan lomba berbasis kearifan lokal seperti Hadang dan Majjeka yang diikuti pelajar SD/MI hingga SMP/MTs se-Kecamatan Sibulue.


Ketua Panitia Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 dan Hari Pramuka ke-65 Kecamatan Sibulue, H. Zainal Abidin, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar mampu melibatkan seluruh elemen masyarakat.


"Peringatan HUT Kemerdekaan dan Hari Pramuka ini adalah milik seluruh masyarakat. Karena itu kami berupaya menghadirkan perlombaan yang selalu ramai disaksikan warga," kata H. Zainal Abidin, Minggu (2/8/2026).


"Selain itu, kami juga ingin memberikan dampak ekonomi bagi para pelaku UMKM agar bisa menambah penghasilan selama kegiatan berlangsung," sambungnya.


Secara terpisah, Koordinator Lomba Olahraga, M. Arsyad, mengatakan lomba Hadang dan Majjeka dipilih karena merupakan permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan generasi muda.


Menurutnya, usulan menghadirkan permainan tradisional tersebut berasal dari Camat Sibulue, Sainal Abidin, saat rapat persiapan peringatan HUT Kemerdekaan RI dan Hari Pramuka. Gagasan itu bertujuan mengangkat kembali nilai-nilai kearifan lokal melalui berbagai perlombaan.


"Terbukti, setiap pagi Lapangan H. A. Muh. Akiel Arung Salampe selalu dipadati masyarakat sejak lomba Hadang dan Majjeka digelar," ujar Arsyad.


"Tentu kondisi ini juga memberi keuntungan bagi para pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan," tambahnya.


Guru SMPN 5 Sibulue itu menjelaskan, Hadang merupakan olahraga tradisional beregu asli Indonesia yang dimainkan tanpa menggunakan alat. Permainan ini bertujuan menghadang lawan agar tidak mampu melewati garis penjagaan.


Setiap tim terdiri atas delapan orang, yakni lima pemain inti dan tiga pemain cadangan. Seluruh pertandingan dimainkan di lapangan berbentuk segi empat yang dibagi menjadi beberapa petak.


Dalam permainan tersebut, tim penjaga bertugas menjaga garis melintang dan garis membujur lapangan serta berusaha menyentuh tubuh lawan tanpa memegangnya.


Sementara itu, tim penyerang harus melewati seluruh garis penjagaan dari depan hingga belakang, kemudian kembali ke garis awal tanpa tersentuh oleh pemain bertahan.


Pertandingan Hadang umumnya berlangsung dalam dua babak dengan durasi masing-masing 15 menit waktu bersih.


Penilaian dilakukan berdasarkan jumlah pemain yang berhasil melewati seluruh garis penjagaan dan kembali ke titik awal. Setiap keberhasilan tersebut bernilai satu poin bagi tim penyerang.


Menurut Arsyad, permainan Hadang memiliki banyak manfaat karena mampu melatih kecepatan, kelincahan, kekuatan fisik, kerja sama tim, hingga kemampuan menyusun strategi untuk mengecoh lawan.


"Permainan ini bukan hanya mengandalkan fisik, tetapi juga menguji strategi dan kekompakan setiap tim," jelas Arsyad.


Sementara itu, Majjeka merupakan permainan tradisional masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan yang menggunakan bambu, batok atau tempurung kelapa, serta tali sebagai alat permainan.


Istilah "Majjeka" berasal dari bahasa Bugis, yakni "jeka" yang berarti berjalan. Permainan ini juga dikenal masyarakat dengan sebutan egrang batok.


Permainan tersebut memiliki nilai budaya yang kuat karena mengajarkan keseimbangan, ketangkasan, serta menjadi salah satu warisan permainan tradisional yang telah lama dikenal masyarakat Bugis. [Ikhlas/Rasul]

Komentar

Tampilkan

  • Permainan Tradisional Hadang dan Majjeka Meriahkan Peringatan HUT RI di Sibulue
  • 0

Terkini

Iklan