RAKYATSATU.COM, MAKASSAR – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar sekaligus Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, mengapresiasi inisiatif warga yang memanfaatkan rumah sebagai pusat pengolahan sampah organik. Menurut dia, gerakan berbasis masyarakat seperti itu dapat membantu mengurangi beban sampah yang selama ini ditangani pemerintah.
Apresiasi tersebut disampaikan Melinda saat mengunjungi lokasi binaan Yayasan Peduli Negeri di kediaman seorang warga yang dikenal sebagai Pak Udin, Jumat, 31 Juli 2026. Lokasi itu menjadi tempat pengelolaan Bank Sampah Unit sekaligus pengolahan sampah organik.
Di lokasi tersebut, Melinda meninjau sejumlah metode pengolahan sampah yang dikembangkan secara mandiri, mulai dari budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), biodigester, hingga pembuatan eco-enzyme.
"Ini menjadi contoh bahwa pengelolaan sampah bisa dimulai dari rumah. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah kembali dan memberikan manfaat," kata Melinda.
Menurut dia, pengelolaan sampah tidak selalu membutuhkan lahan yang luas. Dengan pengetahuan dan kemauan masyarakat, ruang di lingkungan permukiman dapat dimanfaatkan untuk mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan produk yang bernilai ekonomi.
Melinda menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengatasi persoalan sampah di Makassar. Pemerintah, kata dia, membutuhkan dukungan warga agar penanganan sampah tidak hanya bergantung pada tempat pembuangan akhir.
Ia juga mengapresiasi pemerintah kelurahan yang mendampingi pengembangan inovasi pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
Manager Program Yayasan Peduli Negeri, Syamsudin, mengatakan pihaknya mengembangkan berbagai metode pengolahan sampah organik di lingkungan permukiman, termasuk melalui fasilitas TEBA yang mendorong warga mengumpulkan sampah organik dari rumah untuk diolah bersama.
Selain itu, yayasan mengembangkan biodigester yang mengolah sisa makanan, buah, dan sayuran menjadi biogas serta pupuk organik. Sampah organik juga diolah melalui budidaya maggot BSF yang menghasilkan pakan ternak alternatif dan pupuk.
Menurut Syamsudin, berbagai metode tersebut bertujuan mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.
Melinda berharap praktik yang dilakukan Yayasan Peduli Negeri bersama warga dapat direplikasi di lebih banyak lingkungan. Menurut dia, perubahan dalam pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di tingkat rumah tangga yang dilakukan secara konsisten. (Ikhlas/Azhar)