Iklan

Iklan

Dari Satu Lods Jadi Dua, KUR BRI Bantu Vivi Kembangkan Usaha Baju Muslimah di Pasar Batu-Batu

27 Juni 2026, 3:21 PM WIB Last Updated 2026-06-27T07:21:26Z

Sylvia Rizki owener Vivi Collection Muslimah yang ada di Pasar Batu-Batu, Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng/ Foto : Ichsan Machmud

RAKYATSATU.COM, SOPPENG
- Dari satu lods sederhana di pasar Batu-Batu, Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Sylvia Rizki perlahan membangun usaha pakaian muslimahnya yang diberi nama Vivi Collection Muslimah. Modal yang terbatas sempat membuat perempuan yang akrab disapa Vivi itu harus berhitung setiap kali ingin menambah stok barang.


Kala itu, lapak yang dimilikinya hanya satu lods. Ruang yang sempit membuat jumlah produk yang dipajang juga terbatas. Padahal, minat masyarakat terhadap busana muslim terus meningkat, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.


Kesempatan untuk berkembang mulai terbuka pada 2017. Saat itu Vivi mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan nilai pinjaman sebesar Rp80 juta. Modal tersebut menjadi titik awal perubahan bagi usaha yang telah lama ia jalankan.


Menurut Vivi, proses pengajuan KUR BRI tidak serumit yang dibayangkan banyak orang. Selama calon debitur memiliki usaha yang telah berjalan, tidak memiliki tunggakan di bank maupun koperasi, serta melengkapi persyaratan administrasi, pengajuan dapat diproses dengan cukup mudah.


"Pengurusannya lebih mudah selama memang punya usaha, tidak punya utang di bank atau koperasi, dan bunganya juga rendah. Itu sangat membantu pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya," ujar Vivi, Sabtu, 27 Juni 2026.


Tambahan modal tersebut langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas usaha. Ia menambah stok pakaian muslimah dengan model yang lebih beragam agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus bertambah.


Perlahan hasilnya mulai terlihat. Jika sebelumnya hanya memiliki satu lods di Pasar Batu-Batu, kini usahanya berkembang menjadi dua lods. Pilihan produk yang dijual pun semakin lengkap sehingga mampu menarik lebih banyak pembeli.


Tidak hanya mengandalkan penjualan secara langsung di pasar, Vivi juga mulai memanfaatkan platform digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Produk-produknya kini dipasarkan secara online sehingga pembeli tidak lagi terbatas pada masyarakat sekitar Kabupaten Soppeng.


Bagi Vivi, langkah tersebut menjadi cara agar usahanya mampu mengikuti perubahan perilaku konsumen yang semakin akrab dengan belanja melalui internet. Kehadiran toko online juga membantu menjaga penjualan tetap berjalan di luar jam operasional pasar.


Perjalanan Vivi menjadi salah satu gambaran bagaimana akses pembiayaan mampu membantu pelaku usaha mikro meningkatkan skala bisnisnya. Tambahan modal yang tepat tidak hanya memperbesar usaha, tetapi juga membuka peluang pasar yang sebelumnya sulit dijangkau.


Kisah Vivi menjadi satu dari banyak pelaku UMKM di Kabupaten Soppeng yang memanfaatkan KUR BRI sebagai tambahan modal untuk mengembangkan usaha.

Salah satu pajangan Vivi Collection Muslimah yang ada di Pasar Batu-Batu, Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng/ Foto : Ichsan Machmud

Sepanjang 2025, penyaluran KUR mencapai Rp600,605 miliar, dengan lebih dari 10 ribu pelaku UMKM. Sementara pada tahun berjalan 2026, realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 96 persen dari target yang ditetapkan.


Branch Manager BRI Cabang Soppeng, Rahmatulloh Habibi, mengatakan KUR merupakan salah satu instrumen pemerintah yang bertujuan mempermudah pelaku UMKM memperoleh pembiayaan dengan bunga yang terjangkau.


Menurutnya, penyaluran KUR bukan hanya menyediakan tambahan modal usaha, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, membuka lapangan pekerjaan, dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.


"Melalui penyaluran KUR, BRI ingin memperluas akses pembiayaan bagi UMKM sehingga mampu meningkatkan kapasitas usahanya," kata Rahmatulloh.


Ia menilai Kabupaten Soppeng memiliki potensi ekonomi yang besar sehingga membutuhkan dukungan pembiayaan yang berkelanjutan. Karena itu, penyaluran KUR terus diarahkan ke berbagai sektor produktif, mulai dari perdagangan hingga usaha mikro lainnya.


Meski demikian, Rahmatulloh juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi daerah, yakni terbatasnya dana masyarakat yang berputar di Soppeng. Menurutnya, dana simpanan masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung penyaluran kredit kepada pelaku usaha lokal.


Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih lembaga keuangan. Dengan menabung di bank yang aktif menyalurkan kredit mikro di daerah, masyarakat secara tidak langsung ikut membantu menggerakkan roda perekonomian di lingkungan sekitarnya.


"Ketika masyarakat menabung di bank yang aktif menyalurkan kredit mikro di daerahnya sendiri, manfaatnya akan kembali dirasakan oleh pelaku usaha lokal," ujarnya.


Bagi Vivi, manfaat KUR telah dirasakan secara nyata. Dari satu lods sederhana di Pasar Batu-Batu, usahanya kini berkembang menjadi dua lods dan merambah penjualan secara online. Di balik pertumbuhan tersebut, tersimpan harapan bahwa semakin banyak pelaku UMKM di Soppeng yang dapat memperoleh kesempatan serupa untuk mengembangkan usaha dan menggerakkan ekonomi daerah. [Ichsan Machmud]

Komentar

Tampilkan

  • Dari Satu Lods Jadi Dua, KUR BRI Bantu Vivi Kembangkan Usaha Baju Muslimah di Pasar Batu-Batu
  • 0

Terkini

Iklan