Iklan

Iklan

BRILink Jadi Penghubung dan Penggerak Ekonomi di Poros Wajo-Luwu

02 Juni 2026, 4:32 PM WIB Last Updated 2026-06-02T13:37:04Z

Muhammad Ilyas saat melayani nasabah menggunakan merchant BRILink di tokonya/ Foto: Ichsan Machmud

RAKYATSATU.COM, WAJO
- Jalan poros Kabupaten Wajo-Luwu merupakan salah satu akses vital yang menunjang mobilitas masyarakat dan distribusi barang antarwilayah, Selasa, 2 Juni 2026.


Salah satu desa yang berada di jalur poros tersebut ialah Desa Wewangrewu, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, yang berjarak lebih dari 13 kilometer dari ibu kota Kabupaten Wajo. Jarak tersebut terbilang cukup jauh bagi masyarakat yang ingin melakukan transaksi keuangan.


Kehadiran BRILink di desa tersebut menjadi penghubung sekaligus penggerak aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Dari tempat itulah banyak warga desa melakukan berbagai transaksi keuangan setiap hari.


Salah satu agen BRILink di daerah tersebut adalah Muhammad Ilyas, generasi kedua pengelola Toko Bangunan Hati Sabar.


Ayah tiga anak itu telah lama menjalankan usaha toko bangunan di jalur poros tersebut. Ia melihat sendiri bagaimana kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan terus meningkat, sementara akses menuju kantor bank maupun ATM masih cukup jauh.


ATM terdekat dari desanya berjarak sekitar 10 hingga 15 kilometer. Bagi sebagian warga, perjalanan itu cukup menyulitkan, terutama bagi mereka yang tinggal di salah satu wilayah terluar Kabupaten Wajo.


Karena itu, keberadaan agen BRILink perlahan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat sekitar. Warga tidak lagi harus pergi ke kota hanya untuk menarik uang tunai atau melakukan transfer.


Pagi hari biasanya menjadi waktu paling ramai. Petani, pedagang pasar, hingga ibu rumah tangga datang silih berganti. Ada yang ingin mengambil uang kiriman anaknya dari luar daerah, ada pula yang membayar tagihan listrik, cicilan, hingga berbagai kebutuhan lainnya.


"Kalau dulu warga harus ke kota untuk transfer atau tarik tunai. Sekarang cukup datang ke sini," kata Ilyas.

Toko Bangunan Hati Sabar milik Muhammad Ilyas yang berada di Desa Wewangrewu, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, di jalur poros Wajo-Luwu/ Foto: Ichsan Machmud


Dalam sehari, sedikitnya terdapat sekitar 15 transaksi yang dilakukan melalui layanan BRILink miliknya. Jumlah tersebut dapat meningkat pada periode-periode tertentu ketika aktivitas ekonomi masyarakat sedang tinggi.


Menurut dia, perubahan paling terasa terjadi dalam beberapa tahun terakhir ketika masyarakat mulai terbiasa menggunakan layanan perbankan digital dan transaksi non-tunai.


Meski demikian, di desa-desa seperti Wewangrewu, kebutuhan akan uang tunai masih cukup tinggi. Karena itu, agen BRILink menjadi penghubung penting antara layanan perbankan modern dan aktivitas ekonomi masyarakat desa.


Menurut Ilyas, transaksi biasanya paling ramai saat musim panen tiba. Pada periode tersebut, banyak petani melakukan penarikan maupun penyetoran uang hasil panen. Selain itu, awal dan akhir bulan juga menjadi waktu tersibuk karena banyak warga melakukan pembayaran cicilan, tagihan rutin, hingga pencairan gaji.


Ilyas mengaku awalnya hanya fokus menjalankan usaha toko bangunan. Namun setelah menjadi agen BRILink, jumlah warga yang datang ke tokonya meningkat.


Sebagian pelanggan awalnya datang untuk membeli semen atau kebutuhan bangunan. Namun tidak sedikit yang kemudian sekaligus melakukan transaksi perbankan.


Salah seorang pelanggan tetapnya adalah Nurhayati, warga setempat yang rutin melakukan transaksi di BRILink milik Ilyas. Terkadang ia menarik uang tunai, terkadang pula mengirim uang kepada anaknya yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.


Menurut Nurhayati, keberadaan BRILink sangat membantu masyarakat desa karena banyak kebutuhan kini dapat diselesaikan tanpa harus pergi jauh ke kota.


"Kalau ada kebutuhan mendadak atau kebutuhan lain, tinggal datang ke sini. Lebih cepat dan tidak perlu keluar biaya besar ke kota," ujarnya.


Bagi Nurhayati, layanan seperti itu sangat penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pelayanan perbankan. Selain menghemat waktu, warga juga tidak perlu meninggalkan pekerjaan terlalu lama hanya untuk melakukan transaksi sederhana.


Di wilayah poros Wajo-Luwu, keberadaan layanan seperti BRILink memang perlahan mengubah pola hubungan masyarakat desa dengan layanan keuangan. Sesuatu yang dulu terasa jauh, rumit, dan hanya tersedia di pusat kota, kini hadir lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.


Sementara itu, Regional CEO BRI Regional Office (RO) 15 Makassar, Argo Prabowo, mengungkapkan bahwa hingga Desember 2025, jumlah Agen BRILink di wilayah kerjanya yang mencakup Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Maluku telah mencapai 71.255 agen.


Sepanjang tahun tersebut, jaringan Agen BRILink mencatat sekitar 130 juta transaksi. Angka itu menunjukkan bagaimana aktivitas keuangan masyarakat desa kini semakin bergantung pada layanan perbankan digital berbasis agen.


"Layanan Agen BRILink itu sama dengan bank konvensional, tidak ada bedanya. Mau transfer bisa, beli pulsa listrik bisa, bahkan mau beli game saja bisa," ujar Argo.


Menurut dia, kehadiran agen di hampir setiap desa bertujuan memicu tumbuhnya aktivitas ekonomi baru sekaligus menghadirkan efisiensi biaya logistik bagi masyarakat. Kehadiran agen juga menjadi solusi bagi pelaku ekonomi perdesaan, seperti pedagang pasar dan petani, yang tidak memiliki banyak waktu untuk mengunjungi kantor bank pada jam kerja.


Argo menambahkan, peran Agen BRILink kini telah bertransformasi tidak sekadar sebagai loket pembayaran. Agen-agen tersebut juga menjadi perpanjangan tangan BRI dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif. [Ichsan Machmud]

Komentar

Tampilkan

  • BRILink Jadi Penghubung dan Penggerak Ekonomi di Poros Wajo-Luwu
  • 0

Terkini

Iklan