![]() |
| Kaharuddin, owner Agen BRILink Husnul saat melayani nasabah melakukan transaksi melalui mesin EDC/ Foto : Ichsan Machmud |
RAKYATSATU.COM, WAJO - Agen BRILink menjadi perpanjangan tangan dari Bank BRI yang berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi inklusif. Layanan branchless banking (perbankan tanpa cabang,-red) ini memfasilitasi transaksi perbankan, mulai dari transfer, tarik tunai, hingga pembayaran tagihan, di daerah yang jauh dari Kantor Cabang atau Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), yang mana bisa memangkas biaya transportasi, Kamis, 25 Juni 2026.
Kehadiran Agen BRILink di lingkungan masyarakat memberikan dampak signifikan dalam menyambung perekonomian hingga ke desa-desa.
Namun, dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, Agen BRILink diharapkan juga menjadi garda terdepan untuk memberikan edukasi ke masyarakat.
Agen BRILink tidak hanya sekadar penyambung akses perbankan atau penggerak ekonomi mikro, tetapi juga berfungsi sebagai pusat edukasi keuangan digital. Agen bertransformasi menjadi penyuluh digital yang membimbing masyarakat setempat khususnya di pedesaan untuk lebih cerdas, aman, dan percaya diri dalam mengelola keuangan.
Pemimpin Cabang (Pinca) Bank Rakyat Indonesia Cabang Sengkang, Asryani Abdullah, menyampaikan bahwa BRI hadir dalam mendukung peningkatan literasi keuangan kepada masyarakat melalui jaringan Agen BRILink.
Kata dia, Agen BRILink memiliki peran strategis sebagai perpanjangan layanan perbankan di tengah masyarakat.
"Kami harap para agen semakin memahami pentingnya edukasi keuangan dan mampu memberikan pelayanan yang aman, terpercaya, dan edukatif kepada masyarakat," ujar Asryani Abdullah.
![]() |
| Owner Agen BRILink Hati Sabar, Muhammad Ilyas saat melayani nasabah melakukan transaksi keuangan/ Foto : Ichsan Machmud |
Sementara itu, Agen BRILink Hati Sabar, yang ada di Desa Wewangrewu, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Muhammad Ilyas mengatakan, ditempatnya warga tidak hanya memberikan layanan transaksi melalui mesin EDC (Electronic Data Capture) alat kecil yang kini menjadi bagian penting dari transaksinya. Di beberapa kesempatan ia memberikan edukasi langsung kepada nasabahnya.
Kata dia, digitalisasi saat ini jika tidak teliti maka kita dapat dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Mereka (oknum,-red) mengambil kesempatan ke masyarakat yang tidak melek dengan teknologi.
"Ada beberapa nasabah saya hampir kena tipu, ada yang berkedok hadiah dengan memberikan BRIVA. Disitu saya langsung jelaskan kalau itu modus penipuan," katanya.
Senada yang dikatakan Kaharuddin, owner BRILink yang ada di jalan Poros Wajo-Soppeng. Dirinya pernah mendapatkan nasabah yang hendak melakukan transfer sejumlah uang karena memenangkan undian.
"Hampir kena tipu, dia mau transfer karena dapat hadiah, tapi syaratnya harus kirim uang dulu. Jadi saya tanya-tanya, ternyata penipuan dan hampir jadi korban," tutur Kahar.
Menjadi peka dengan prilaku masyarakat menjadi modal penting bagi dia untuk melayani nasabah. Dan yang paling rentan menjadi korban adalah ibu rumah tangga, pensiunan maupun masyarakat yang belum melek literasi keuangan.
"Bahkan bapak saya sendiri (pensiunan) dulu hampir kena tipu. Modusnya dihubungi dengan orang bank dengan Foto Profil logo bank meminta scan QRIS yang sudah diberi nominal. Untung segera diantisipasi," jelasnya.
![]() |
| Agen BRILink Husnul yang berada di Poros Wajo-Soppeng/ Foto : Ichsan Machmud |
Kata Kahar sapaan akrabnya, menjadi Agen BRILink tidak melulu untuk keuntungan pribadi. Namun juga menjadi salah satu tanggungjawab untuk memberrikan peringatan dini kepada nasabah sebelum menjadi korban penipuan.
Agen BRILink hadir melalui konsep branchless banking atau layanan perbankan tanpa kantor cabang. Melalui jaringan ini, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi seperti transfer, tarik tunai, pembayaran tagihan, pembelian token listrik, hingga berbagai layanan keuangan lainnya dengan lebih mudah.
Di banyak desa, Agen BRILink bahkan menjadi titik pertama masyarakat mengenal layanan keuangan formal dan transaksi digital.
Tidak sedikit warga yang awalnya hanya datang untuk menarik uang atau membayar tagihan, kemudian mulai belajar menggunakan transfer digital, QRIS, hingga berbagai layanan keuangan lainnya.
Karena itu, Agen BRILink kini tidak hanya berfungsi sebagai penggerak ekonomi mikro, tetapi juga menjadi pusat edukasi keuangan yang membantu masyarakat memahami cara bertransaksi secara aman dan bijak.
Peran tersebut menjadi semakin penting di tengah meningkatnya kasus kejahatan digital. Data kepolisian mencatat sebanyak 71 kasus penipuan online terjadi selama periode Januari hingga Mei 2026.
Angka tersebut menjadi pengingat bahwa literasi digital dan kewaspadaan masyarakat harus terus diperkuat. Di sinilah Agen BRILink mengambil peran baru, bukan sekadar melayani transaksi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada masyarakat dari berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang. [Ichsan Machmud]


.jpeg)