Iklan

Iklan

PARI BRI Permudah Pedagang Telur Sidrap Distribusi hingga Luar Sulsel

08 Mei 2026, 6:06 PM WIB Last Updated 2026-05-11T20:09:40Z
Kelompok Pedagang Telur Sidrap (PTS).


RAKYATSATU.COM, SIDRAP - Kelompok Pedagang Telur Sidrap (PTS) memanfaatkan aplikasi PARI (Pasar Rakyat Indonesia) hasil inovasi BRI sebagai sarana jual-beli komoditas secara daring selama tiga tahun terakhir.

Kelompok yang beranggotakan 13 orang itu kini mampu menjembatani masyarakat dalam memasarkan hasil peternakan, khususnya telur, dari Kabupaten Sidrap ke berbagai daerah di Sulawesi.

Ketua PTS, Tuwo Risman mengatakan, aplikasi PARI memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam melakukan transaksi hingga distribusi hasil peternakan secara online.

“Untuk saat ini kami masih fokus melayani pengumpulan telur dari masyarakat. Semoga ke depan bisa berkembang juga untuk hasil pertanian lainnya seperti beras Sidrap,” ujarnya.

Kelompok PTS sendiri membuka kantor di Empagae, Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap sebagai pusat koordinasi dengan peternak, pengepul hingga konsumen yang datang langsung mengambil pesanan telur.

Dari hasil pengumpulan telur masyarakat tersebut, PTS kemudian mendistribusikannya ke berbagai daerah melalui transaksi di aplikasi PARI. Tidak hanya di Sulawesi Selatan, distribusi juga menjangkau Sulawesi Barat, Morowali, Baubau hingga Kendari.

Menurut Tuwo, kehadiran PARI memberi banyak manfaat bagi kelompok pedagang telur. Selain memperluas jaringan usaha, aplikasi tersebut juga memudahkan pelaku usaha mendapatkan dana talangan untuk pembelian telur dalam jumlah besar.

“Kami bisa dilayani sampai Rp500 juta dari BRI tergantung kebutuhan. Dana talangan ini juga sangat mudah diajukan karena kami sudah dikenal pihak BRI,” paparnya.

Pria berusia 42 tahun itu menyebut syarat untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan melalui PARI cukup mudah, terutama bagi nasabah BRI yang pernah memiliki riwayat pinjaman.

“Cukup unduh aplikasi PARI untuk melihat syarat dan ketentuannya,” katanya.

Ia optimistis penggunaan PARI mampu membantu pelaku UMKM dalam menjaga perputaran modal usaha sekaligus memastikan ketersediaan pasokan komoditas.

“Pasokan di Sidrap ini selalu ada karena daerah ini dikenal sebagai lumbung peternakan ayam dan penghasil beras,” ujarnya.

Menurut Tuwo, perkembangan usaha kelompoknya sejak menggunakan PARI juga memberi dampak sosial bagi masyarakat sekitar. Salah satunya dengan rutin berbagi takjil selama Ramadan.

“Semua itu bisa kami lakukan karena memanfaatkan teknologi dalam berbisnis. Semoga ke depan usaha kami makin berkembang,” tuturnya.

Terpisah, Regional Mikro Banking Head (RMBH) BRI Region 15 Makassar, Iwan Supriyanto mengatakan pemanfaatan aplikasi PARI berkembang cukup pesat di wilayah Sidrap, khususnya pada komunitas pedagang hasil pertanian dan peternakan.

Ia menjelaskan, berbagai komoditas diperjualbelikan melalui aplikasi tersebut, mulai dari beras, jagung, aneka sayuran, telur hingga pakan ternak.

“Di Sulsel paling aktif memang di Sidrap dengan komunitas pedagang telurnya. Daerah lain juga ada seperti Pangkep untuk hasil tambak dan ikan bandeng,” jelasnya.

Iwan menyebut PARI merupakan layanan khusus bagi nasabah BRI. Untuk dapat menggunakannya, nasabah diwajibkan mengisi saldo pada dompet PARI.

Menurutnya, respons masyarakat terhadap aplikasi tersebut cukup positif karena membantu petani dan peternak dalam pemasaran serta pengembangan usaha.

“PARI juga memberi kemudahan dana talangan bila mereka kekurangan modal. Tidak ada bunga dan jaminan, cukup biaya administrasi sesuai perputaran usaha mereka,” terangnya.

Karena itu, pihaknya berharap pemanfaatan PARI dapat membantu masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Sulawesi Selatan, agar semakin berkembang dan sejahtera. (Amin Rais)
Komentar

Tampilkan

  • PARI BRI Permudah Pedagang Telur Sidrap Distribusi hingga Luar Sulsel
  • 0

Terkini

Iklan