RAKYATSATU.COM, MAROS - Sebanyak 250 pengurus Gerakan Pramuka Kabupaten Maros masa bakti 2026–2031 dilantik di Hall I Grand Water Boom Maros, Kamis, 21 Mei 2026. Pelantikan itu mencakup Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab), Andalan Kwarcab, hingga Badan Kelengkapan Kwarcab Gerakan Pramuka Maros.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus Pramuka, serta pejabat pemerintah daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan Adnan Purichta Ichsan, Bupati Maros Chaidir Syam selaku Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Maros, Ketua Kwarcab Maros A. Muetazim Mansyur, Kapolres Maros Douglas Mahendrajaya, Danlanud Sultan Hasanuddin Vincentius Endy Hadi Putra, serta Dandim 1422 Maros Agung
Yuhono.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Maros A. Muetazim Mansyur mengatakan kepengurusan lima tahun ke depan akan menghadapi berbagai tantangan. Namun ia optimistis Gerakan Pramuka Maros tetap mampu berkembang dengan dukungan seluruh pihak.
“Kami yakin perjalanan Gerakan Pramuka Maros akan sampai di pelabuhan tujuan dengan dukungan seluruh pihak,” kata Muetazim.
Bupati Maros Chaidir Syam meminta seluruh kader Pramuka menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya Pramuka sebagai wadah pendidikan karakter generasi muda.
“Pramuka adalah wadah penting dalam mendidik generasi muda menuju hal-hal positif,” ujarnya.
Chaidir mengatakan Pemerintah Kabupaten Maros akan terus mendorong kegiatan Pramuka di tingkat sekolah dasar dan menengah pertama sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib. Pemerintah daerah juga disebut akan mendukung pembenahan Bumi Perkemahan Pramuka di Kecamatan Simbang serta persiapan menghadapi Jambore Nasional.
Sementara itu, Ketua Kwarda Sulawesi Selatan Adnan Purichta Ichsan menilai pelantikan tersebut menjadi momentum memperkuat pembangunan karakter generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
“Indonesia Emas tinggal sekitar 19 tahun lagi. Membangun generasi unggul tidak bisa instan seperti membangun jembatan atau gedung,” kata Adnan.
Menurut dia, pembangunan karakter membutuhkan investasi pendidikan jangka panjang, terutama di tengah dominasi generasi milenial dan generasi Z dalam struktur penduduk Sulawesi Selatan saat ini.
Adnan mengatakan Gerakan Pramuka harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi agar tetap relevan bagi generasi muda. Ia menilai kecerdasan intelektual saja tidak cukup tanpa dibarengi kecerdasan emosional dan spiritual.
“Didiklah generasi muda dengan baik agar kelak mereka mampu menjadi penerus yang lebih baik dari kita hari ini,” ujar dia. (Ikhlas/Arul)