
Tim Bakti Sosial Departemen Ilmu Kesehatan Anak UNHAS saat beraksi di Kecamatan Sibulue
RAKYATSATU.COM, BONE - Stunting masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat di negara berkembang, termasuk Indonesia, dengan prevalensi yang tergolong tinggi. Kondisi ini menjadikan stunting sebagai isu nasional yang membutuhkan penanganan serius, baik dalam upaya pencegahan maupun penurunan kasus.
Situasi tersebut mendorong civitas akademika Departemen Ilmu Kesehatan Anak Universitas Hasanuddin (UNHAS) menggelar kegiatan bakti sosial sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kabupaten Bone menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dipimpin Profesor Dr. dr. Aidah Juliati, kegiatan bakti sosial dilakukan melalui program deteksi stunting dan skrining tumbuh kembang anak, yang dilaksanakan pada Sabtu, 18 April 2026.
Kegiatan ini berlangsung serentak di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sibulue yang dipusatkan di Kantor Camat Sibulue di Kelurahan Maroanging, Kecamatan Ajangale di Puskesmas Ajangale, dan Kecamatan Tanete Riattang di Puskesmas Biru, Kelurahan Biru.
“Deteksi stunting dan skrining tumbuh kembang anak merupakan bagian dari program bakti sosial Departemen Ilmu Kesehatan Anak UNHAS dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata Aidah Juliati.
Ia menambahkan, stunting merupakan persoalan nasional yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi dan tenaga kesehatan.
Upaya deteksi dini dilakukan dengan memantau kurva pertumbuhan anak, seperti berat dan tinggi badan, secara rutin melalui layanan posyandu setiap bulan.
Sementara itu, Bupati Bone melalui Asisten II Sekretariat Daerah, Andi Amran, dalam sambutannya mengajak para orang tua untuk lebih memperhatikan pertumbuhan anak, khususnya bayi dan balita.
Ia juga berharap kegiatan bakti sosial dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak UNHAS dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah di Kabupaten Bone.
Pada 2022, angka stunting di Kabupaten Bone tercatat masih tinggi, yakni sekitar 27 persen, bahkan berada di atas rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan.
Namun, berdasarkan data hingga akhir 2025, Kabupaten Bone menunjukkan penurunan signifikan dengan menempati peringkat ketiga terbaik dalam penanganan stunting di tingkat provinsi.
Meski persentase terbaru pada 2026 belum dipublikasikan secara rinci, capaian tersebut menunjukkan arah kebijakan penanganan stunting yang dinilai semakin positif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. [Ikhlas /Rasul]