RAKYATSATU.COM,MAROS - Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXIV tingkat Sulawesi Selatan yang digelar di Kabupaten Maros resmi berakhir, Sabtu (18/4/2026).
Di balik suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut, terdapat peran penting yang jarang disorot, yakni kerja keras petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros.
Selain pengamanan oleh Satpol PP dan ramainya kawasan kuliner yang dipadati pengunjung, petugas kebersihan turut menjadi garda terdepan dalam menjaga kenyamanan lingkungan selama kegiatan berlangsung.
Kepala DLH Kabupaten Maros, Andi Irfan Paharuddin, mengatakan, volume sampah yang dihasilkan selama pelaksanaan MTQ cukup signifikan.
Dalam sehari, sampah yang dikumpulkan dari area utama lomba di Lapangan Pallantikang dan sekitarnya mencapai 1,7 ton hingga 2 ton.
"Berdasarkan data kami, sehari itu sampah yang dibersihkan petugas bisa mencapai 1,7 ton sampai 2 ton. Sampah ini dibersihkan di wilayah venue lomba utama di Lapangan Pallantikang dan sekitarnya," ujarnya saat dihubungi, minggu (19/4/2026).
Dia menjelaskan, jenis sampah yang paling banyak ditemukan, didominasi oleh sampah plastik seperti botol minuman, kantong kresek, serta kemasan dus dari aktivitas pengunjung dan pelaku usaha di sekitar lokasi.
"Kebanyakan memang plastik kemasan makanan dan botol minuman yang digunakan saat membeli di kawasan kuliner tersebut," ujarnya.
Untuk mengantisipasi penumpukan sampah, DLH Kabupaten Maros mengerahkan sekitar 30 petugas kebersihan setiap harinya.
"Ada sekitar 30 orang petugas yang kami turunkan. Mereka bertugas begitu perhelatan lomba selesai. Sehingga ketika esok paginya waktu berkantor, tidak ada sampah yang terlihat dan kondisi kembali bersih," ungkapnya.
Dia menuturkan, dibandingkan hari setelah pembukaan, jumlah sampah saat pembukaan dan penutupan lebih banyak.
Keberadaan petugas kebersihan ini menjadi faktor penting dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan, sehingga pelaksanaan MTQ dapat berlangsung dengan tertib dan lancar hingga penutupan.
Peran petugas kebersihan kami menjadi bukti bahwa kesuksesan sebuah event besar tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara dan peserta, tetapi juga oleh kerja keras para petugas di balik layar," pungkasnya. (Ikhlas/Arul)