RAKYATSATU.COM, MAROS — Pemerintah Kabupaten Maros akan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara mulai pekan depan. Kebijakan ini diberlakukan satu hari dalam sepekan, yakni setiap Jumat.
Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan langkah tersebut merupakan respons terhadap kondisi global yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia. Menurut dia, situasi tersebut berimbas pada berbagai sektor, termasuk kebutuhan energi di dalam negeri.
“Insyaallah akan segera kita terapkan, kemungkinan mulai pekan depan. Skemanya satu hari dalam seminggu, yaitu hari Jumat,” kata Chaidir, Senin, 30 Maret 2026.
Ia menjelaskan, penerapan WFA tidak berlaku bagi seluruh ASN. Kebijakan ini disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing organisasi perangkat daerah. Kepala OPD diberi kewenangan menentukan pegawai yang dapat menjalankan WFA.
“Tidak semua jabatan bisa WFA, karena ada yang memang harus tetap hadir di kantor, terutama yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Untuk unit pelayanan publik, Pemkab Maros menerapkan sistem bergiliran agar layanan tetap berjalan. Maksimal hanya 50 persen pegawai yang diperbolehkan WFA, sementara sisanya tetap bekerja di kantor.
“Khusus pelayanan, maksimal hanya 50 persen pegawai yang boleh WFA. Selebihnya tetap harus standby di kantor,” kata Chaidir.
Pemkab Maros juga menyiapkan sistem pelaporan dan pengukuran kinerja selama WFA. Skema ini dimaksudkan agar produktivitas pegawai tetap terjaga meski bekerja dari luar kantor.
“Yang terpenting adalah kinerja tetap terukur. Jadi bukan hanya soal kehadiran, tapi hasil kerja yang menjadi penilaian,” ujarnya.
Ia menambahkan, penilaian tersebut akan berkaitan dengan tambahan penghasilan pegawai. “TPP tetap berbasis kinerja. Jadi bisa saja berpengaruh secara tidak langsung tergantung capaian kerja masing-masing ASN,” kata dia.
Ketua DPRD Maros Muh Gemilang Pagessa menilai kebijakan WFA dapat mendukung efisiensi energi. Ia berharap penerapannya mampu mengurangi mobilitas ASN dan menekan konsumsi bahan bakar.
“Harapannya bisa mengurangi mobilisasi ASN,” ujarnya. (Ikhlas/arul)