Bupati Maros Chaidir Syam
RAKYATSATU.COM, MAROS - Bupati Maros Chaidir Syam memimpin rapat koordinasi persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang akan digelar di Kabupaten Maros pada 10–20 April 2026. Pemerintah Kabupaten Maros menargetkan pelayanan maksimal bagi kontingen dari 24 kabupaten/kota.
Salah satu fokus utama persiapan adalah penyediaan pemondokan peserta. Chaidir menyebut sekitar 200 pemondokan disiapkan untuk menampung kafilah MTQ Sulsel 2026.
“Kita akan memaksimalkan layanan kepada para tamu. Diupayakan sekitar 200 pemondokan kita siapkan,” kata Chaidir Syam, dikutip dari laman Kementerian Agama Sulawesi Selatan.
Chaidir telah menginstruksikan para camat untuk berkoordinasi dengan lurah dan kepala desa guna mendata rumah warga yang siap dijadikan tempat menginap peserta. Ia meminta seluruh fasilitas pemondokan dipastikan dalam kondisi layak.
“Pastikan seluruh fasilitas pemondokan benar-benar siap,” ujarnya.
Selain akomodasi, Chaidir juga menekankan kesiapan logistik selama pelaksanaan MTQ. Menurut dia, seluruh potensi daerah harus dimaksimalkan untuk mendukung kegiatan tersebut.
“Kita akan pikirkan distribusi logistiknya. Saya harap partisipasi seluruh stakeholder,” kata Chaidir.
Dalam rapat koordinasi itu, Bupati Maros juga menginstruksikan Dinas Kesehatan menyiapkan layanan kesehatan, Dinas Perhubungan dan Satpol PP menangani pengamanan dan lalu lintas, serta Dinas Komunikasi dan Informatika memasifkan publikasi MTQ Sulsel 2026. Seluruh perangkat daerah diminta berkontribusi aktif menyukseskan ajang tersebut.
Wakil Bupati Maros A. Muetazim Mansyur menyampaikan bahwa pemondokan kontingen akan dipusatkan di enam kecamatan, yakni Mandai, Turikale, Marusu, Maros Baru, Lau, dan Bantimurung.
“Enam kecamatan ini dipilih karena lokasinya dekat dengan venue lomba,” kata Muetazim.
Ia menambahkan, pameran Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) akan dipusatkan di alun-alun Bank Sulselbar. Sementara pameran UMKM direncanakan berlangsung di Jalan Asoka dan Jalan Bougenvil.
“Area tersebut akan ditutup total selama pelaksanaan MTQ,” ujarnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Maros, Muhammad Nur Halik, menyebut kebutuhan pemondokan cukup besar. Setiap kontingen diperkirakan membutuhkan sekitar delapan pemondokan.
“Jika dikalikan 24 kabupaten/kota, ditambah panitia provinsi, maka kebutuhan pemondokan memang cukup besar,” kata dia.
Ia juga memaparkan lokasi lomba 11 cabang MTQ yang akan tersebar di sejumlah titik, antara lain Gedung Serbaguna, Baruga A dan B, Creative Center, Aula Pesantren Nahdlatul Ulum, Aula Kantor Camat Mandai, Aula Masjid Al-Markaz, Aula Perpustakaan Daerah, Aula Kantor Camat Lau, Aula Kantor MUI, serta Lapangan Pallantikan.
Panitia MTQ Sulsel 2026 dijadwalkan melakukan koordinasi lanjutan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel dalam waktu dekat untuk mematangkan seluruh persiapan. (ikhlas/arul)