Bupati Maros AS Chaidir Syam saat meresmikan jaringan irigasi
RAKYATSATU.COM, MAROS - Pemerintah Kabupaten Maros memperkuat upaya swasembada pangan dengan meningkatkan dan merehabilitasi jaringan irigasi di sejumlah kecamatan. Perbaikan irigasi dinilai krusial untuk mendongkrak produktivitas pertanian dan memperluas masa tanam petani.
Bupati Maros AS Chaidir Syam mengatakan, irigasi yang berfungsi optimal memungkinkan petani meningkatkan indeks pertanaman hingga tiga kali panen dalam setahun.
“Kalau irigasi bagus, indeks pertanaman bisa mencapai IP 3. Artinya petani dapat panen tiga kali,” kata Chaidir Syam, Senin, 26 Januari 2026.
Menurut Chaidir, pemerintah pusat turut memberikan dukungan melalui perbaikan puluhan daerah irigasi di Maros. Selain itu, pemerintah kabupaten juga mengalokasikan anggaran dari APBD untuk sejumlah proyek irigasi strategis.
“Ada beberapa titik yang pembiayaannya murni dari APBD Kabupaten Maros, nilainya sekitar Rp1 miliar untuk satu lokasi,” ujarnya.
Salah satu proyek yang dikerjakan adalah peningkatan jaringan irigasi di Bulu-Bulu, Desa Mattampapole, Kecamatan Mallawa. Saluran primer sepanjang 537 meter itu mengairi area persawahan seluas sekitar 36 hektare.
Pemkab Maros juga meningkatkan jaringan irigasi DI Bulumarapa di Dusun Pattiro, Desa Bontomanai, Kecamatan Tompobulu, dengan pembangunan saluran primer sepanjang 653 meter. Proyek tersebut mencakup rehabilitasi satu bendung dan pembangunan satu bendung baru, dengan luas layanan mencapai sekitar 70 hektare.
Chaidir berharap perbaikan irigasi ini dapat meningkatkan hasil pertanian dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani. “Manfaatnya harus benar-benar dirasakan petani dan berkontribusi pada swasembada pangan daerah,” katanya.
(Ikhlas/Arul)