Salah satu tumpukan sampah di jalan Toa Daeng Tiga Kelurahan Batua Kecamatan Manggala.
RAKYATSATU.COM, Makassar — Kondisi kebersihan Kota Makassar dalam beberapa waktu terakhir menjadi sorotan warga. Tumpukan sampah terlihat di banyak titik, mulai dari lorong-lorong hingga sudut jalan, tanpa penanganan pengangkutan yang memadai.
Kondisi ini berbeda jauh dibanding masa lalu, ketika petugas kebersihan sudah mulai mengangkut sampah sejak dini hari. Kini, pengangkutan dinilai lambat, bahkan bisa menunggu hingga beberapa hari.
Salah seorang warga Jalan Toa Daeng, Kecamatan Panakkukang, Sulthani, mengungkapkan kekecewaannya terhadap situasi ini. Ia menilai penurunan kebersihan terjadi sejak kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika.
“Sepanjang jalan mudah sekali melihat tumpukan sampah. Kalau pun diangkut, biasanya harus menunggu beberapa hari,” ujar Sulthani, Sabtu (26/7/2025).
Padahal, lanjut dia, Pemerintah Kota Makassar memiliki program kebersihan yang digagas oleh Munafri Arifuddin, atau yang akrab disapa Appi. Salah satu program unggulannya adalah pembebasan iuran sampah bagi warga.
“Program gratis iuran sampah itu jangan sampai jadi bumerang. Kalau pelayanannya menurun, warga akan dirugikan,” ucapnya.
Sulthani juga meminta Wali Kota bertindak tegas terhadap petugas kebersihan yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Ia menyarankan agar jumlah petugas tidak dikurangi, mengingat volume sampah terus meningkat.
“Kalau perlu, gunakan teknologi seperti mobil penyapu jalan dan sistem pengelolaan sampah menjadi energi atau produk industri. Ini bisa sekaligus menambah kesejahteraan warga,” ujarnya. (Ikhlas/ Azhar)

