-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Tag Terpopuler

Begini Upaya Dinkes Bone Cegah dan Turunkan Stunting di Bone

01 Desember 2020 | 10:07 PM WIB |

RAKYATSATU.COM, BONE - Dalam rangka upaya percepatan dan penurunan stunting di Kabupaten Bone, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bone melaksanakan pertemuan penguatan lintas sektor pencegahan stunting dengan melibatkan para lurah se Kabupaten Bone, di hotel Novena, Jl Ahmad Yani Watampone, Selasa (01/12/2020).


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, dr Hj Andi Kasma Padjalangi, dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, ada beberapa penyebab stunting di Kabupaten Bone, diantaranya kurang tersedianya jambang sehat masyarakat, faktor ekonomi, pernikahan dini, kurang atau tidak diimunisasi, adanya penyakit penyerta, kurangnya sarana air bersih dan tinggal/serumah dengan perokok.


Olehnya itu, dalam menurunkan dan mencegah stunting di Kabupaten Bone dibutuhkan peran serta semua elemen, termasuk lurah dan kepala desa (kades).



"Lurah memiliki peran penting dalam memobilisasi serta mensosialisasikan ke masyarakatnya untuk mencegah dan menurunkan stunting," ujar Hj Andi Kasma Padjalangi.


"Lurah harus meningkatkan pelayanan posyandu dan melakukan penyediaan air bersih serta mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan/halaman rumah," tambahnya.


Saudara kandung Bupati Bone ini juga menambahkan tujuan dari pertemuan penguatan lintas sektor pencegahan stunting adalah mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat, mengurangi angka kemiskinan, dan memperkecil kesenjangan pendapatan di masyarakat.


"Hal ini sangat sesuai dengan visi misi Bupati Bone dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri, berdaya saing dan sejahtera. Jadi salah satu upaya untuk mewujudkan visi misi tersebut adalah mengurangi dan mencegah stunting di kabupaten Bone," tegasnya.


Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. (Rasul)



×
Berita Terbaru Update