Iklan

24/09/20, 17:22 WIB
Last Updated 2020-09-24T09:22:31Z
ADVERTORIALDaerahPemkab SinjaiSINJAI

52 Kendaraan Dinas Milik Pemkab Sinjai di Lelang


RAKYATSATU.COM, SINJAI
– Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sinjai melalui koordinasi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Makassar, melakukan lelang kendaraan dinas (randis) milik Pemerintah Daerah Sinjai di Aula BPKAD Sinjai, Kamis (24/09/2020).


Pejabat Lelang dari KPKNL Makassar Rocky R. Nainggolan mengatakan, bahwa berdasarkan hasil lelang dilaksanakan, dari 52 lot kendaraan yang ditawarkan terdiri dari 14 unit mobil, 37 unit motor dan 1 unit scrapt, ada 22 lot kendaraan yang berhasil terjual dengan kisaran harga sekitar Rp 210 juta.


“Lelang hasil kegiatan ini dananya disetor ke kas negara dan merupakan Pendapatan Asli Daera Sinjai atas penjualan aset barang tetap milik Pemkab Sinjai,” katanya.


Rocky mengatakan, bahwa pemenang dalam lelang ini diwajibkan segera melunasi kendaraan tersebut paling lambat lima hari kerja sejak diumumkan pemenang lelang.


“Jadi kalau kita hitung dari hari ini berarti paling lambat tanggal 1 Oktober 2020 itu, pemenang lelang harus melunasinya. Jika lewat dari tanggal tersebut maka mereka batal membeli kendaraan tersebut dan uang jaminan yang sudah disetor masuk ke kas negara, ” ujarnya.


Rocky menambahkan, bahwa kendaraan yang tidak laku dalam pelaksanaan lelang ini akan diikutkan kembali dalam jadwal lelang berikutnya dengan limit harga berkurang dibanding limit harga saat ini.


Sementara itu, Kepala BPKAD Sinjai Dra. Hj. Ratnawati Arif, mengatakan, bahwa pelelangan kendaraan dinas dilakukan sebagai langkah pelepasan aset milik Pemkab Sinjai, hal ini dilakukan karena aset yang akan dikeluarkan masih memiliki nilai ekonomis.


Ia bersyukur karena ditengah pandemi Covid-19 ini, jumlah kendaraan yang laku pada lelang kali ini meningkat dibanding lelang sebelumnya.


“Jika lelang sebelumnya hanya 10 lot kendaraan yang laku, kali ini meningkat hingga 22 lot termasuk 1 set sracpt (besi tua). Ini berkat sosialisasi yang kita lakukan jauh sebelum dilakukan pelelangan,” tambahnya. (ads)