Iklan

Iklan

Rilis Kronolgis Korban Jiwa Keliru, BPBD Soppeng Diduga Tunggu Bola Soal Data

15/01/20, 16:06 WIB Last Updated 2020-01-15T08:31:42Z
RAKYATSATU.COM, SOPPENG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Soppeng diduga hanya menunggu bola terkait data korban banjir yang terjadi beberapa hari lalu di sejumlah wilayah di Kabupaten Sopeng.

Kedati demikian, Kepala Laksana BPBD Soppeng Shahrani mengaku pihaknya tengah menyempurnakan data korban banjir yang ada di lokasi.

"Kita tak ingin ada warga yang terdampak tertinggal. Data akan sangat mempengaruhi. Jangan sampai data kita tak sempurna," ujar Shahrani dikutip di media CelebesTerkini, Rabu (15/01/2020).

Namun, data yang dirilis terkait korban jiwa yang dibagikan BPBD Soppeng ke BNP dan BPBD Sulsel dan media diduga keliru.

Berdasarkan laman Tribuntimur.com, Kepala BPBD Sulsel, Ni'mal Lahamang mengatakan awal mula hingga jatuhnya korban bencana ini, saat sebagian besar wilayah Sulsel termasuk Soppeng diguyur hujan lebat.

Akibat curah hujan lebat, Kabupaten Soppeng dan wilayah di sekitarnya  banjir.

"Korban atas nama Sinar umur 65 tahun warga Dusun Sumpang Ala, Kelurahan Kaca, Kecamatan Marioriawa. Dia terpeleset dari tangga dan hanyut terbawa arus, saat ditemukan sudah meninggal dunia," kata Ni'mal.

Berdasarkan dari data diatas, BPBD Sulsel menerima laporan bahwa, Sinar (65) korban jiwa meninggal disebabkan terpeleset dari tangga dan hanyut terbawa arus, saat ditemukan sudah meninggal dunia.

Sementara keluarga korban menampik bahwa Sinar meninggal terbawa arus hingga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

"Assalamualaikum Wr Wb, iye tabe saya mau konfirmasi berita yang mengatakan seorang warga meninggal terbawa arus, itu tidak benar, Nenek saya Isinare meninggal terpeleset ditangga dan jatuh di air tapi tidak terbawa arus Makasih," kata Rida Wati dikutip dari postingannya di Facebook.

Saat dikonfirmasi media, Rida menjelaskan kronologi meninggalnya Sinar. Saat keadaan banjir yang deras korban hendak membantu anaknya, namun diminta oleh anaknya untuk tidak turun membantunya.

"Waktu itu almarhumah mau membantu anaknya tapi dia tetap mau membantu, pas turun tangga terpeleset dan jatuh di air seketika itu juga anaknya lari menolong tapi nenek Isinare sudah meninggal," kata Rida Wati kepada Media, Rabu (15/01/2020).

"Meninggalnya sekitar jam 11 lewat, dan almarhumah tidak terbawa arus kasian," sambungnya.

Senada yang diucapkan anak korban, Cuncung mengatakan bahwa ibunya meninggal terpeleset dari tangga, dan tidak terbawa air dan ditemukan meninggal.

"Almarhumah hendak bantu kakak saya, sudah dilarang karena memiliki riwayat penyakit tekanan sehingga ditakutkan jatuh. Tapi kejadian betul," katanya.

"Langsung jatuh ke air, dan kakak saya langsung bantu namun sudah meninggal. Jadi tidak terseret air," ujarnya.

Melihat tanggapan diatas, BPBD Soppeng dinilai bekerja tidak terkoordinir dengan baik sehingga data yang dirilis tidak valid.  (Red)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Rilis Kronolgis Korban Jiwa Keliru, BPBD Soppeng Diduga Tunggu Bola Soal Data

Terkini

Iklan