ads

05 October, 2019

Ini Sejumlah Agenda Kepala BPBD Bone yang Baru Dilantik

Ini Sejumlah Agenda Kepala BPBD Bone yang Baru Dilantik
banner 336x280
RAKYATSATU.COM, BONE - Pasca dilantik menjadi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone, oleh Bupati Bone, pada hari Jumat (04/10/2019) kemarin, Kepala BPBD Kabupaten Bone, Dray Vebrianto, langsung menyusun sejumlah agenda kegiatan penting yang harus dilaksanakan.

Hal itu diungkapkan Dray Vebrianto saat bincang-bincang dengan salah seorang pengurus Karang Taruna Kabupaten Bone, Bakhtiar Parenrengi dan Ketua Forbt Pembela Islam (FPI) Kabupaten Bone, Andi Dzulfikar Taufik, di Kedai 191 Watampone, Jl Sungai Citarum Watampone, Sabtu (05/10/2019).

Dray menjelaskan, dirinya harus menjawab amanah yang diberikan kepadanya sebagai Kepala BPBD Kabupaten Bone. Makanya salah satu agenda kerja yang akan dilaksanakan yakni nengintegrasikan potensi SDM di semua lini, seperti TNI-POLRI, Palang Merah Indonesia (PMI), Pramuka Peduli Bencana, Perguruan Tinggi, Basarnas dan ormas, dalam Penanggulangan bencana dalam bentuk latihan gabungan bersama.

"Hal itu perlu dilaksanakan agar semuanya satu dalam penanganan bencana apabila suatu saat bencana melanda," jelas Dray.

Lanjutnya, selain agenda tersebut, ia juga mengagendakan gladi posko/simulasi penanggulangan bencana terpadu dengan semua lini.

"Jangan kita hanya bertindak di saat ada bencana tetapi bagaimana kita bisa mencegah dan mempersiapkan SDM yang handal dalam penanganan bencana, maka yang utama adalah bagaimana menanggulangi dan kesiapsiagaan bencana dilakukan," jelasnya.

Olehnya itu, pihaknya akan melakukan pemetaan daerah bencana dan termasuk melakukan sosialisasi serta mengajak masyarakat untuk menghindari kebakaran hutan.

Ia pun mengharapkan agar semua lini dan elemen masyarakat terlibat dalam penanggulangan bencana.

Selain itu, ia mengharapkan dan menghimbau kepada segenap elemen dan khususnya para pendamping desa agar mengajak masyarakat untuk berupaya merawat sumber-sumber mata air.

Saat ini debet air semakin menurun ditambah padatnya pemukiman penduduk.

"Mungkin kita tidak menyadari bahwa semakin hari dan tiap tahun debet air akan semakin berkurang. Pendamping desa diharap peduli mengarahkan masyarakat agar merawat mata air atau sumber airnya. Mungkin hari ini belum kita rasakan, tetapi 10 atau 20 tahun kedepan ini akan terasa. Kasihan 

Agenda kegiatan tersebut ternyata sejalan dengan SAR SOS Karang Tarunaaruna Kabupaten Bone dan Hilal Merah Indonesia (Hilmi) FPI Kabupaten Bone yang bergerak di bidang kemanusiaan termasuk bencana alam.  (Rasul)
Don't Miss

News Feed